Jambi, APGtimes.com – Pemerintah Provinsi Jambi menambah kuota peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi 120 siswa. Sebagian besar peserta yang lolos merupakan anak-anak yang sebelumnya putus sekolah dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi, Edy Kusmiran, mengatakan peserta didik mulai masuk asrama pada 30 Juli 2026. Setelah itu, sekolah akan memulai kegiatan belajar mengajar pada pekan berikutnya apabila jadwal tidak berubah.
Menurut Edy, pemerintah menambah kuota karena daya tampung jenjang Sekolah Dasar (SD) belum terisi sepenuhnya. Oleh sebab itu, pemerintah mengalihkan kuota tersebut ke jenjang SMP dan SMA.
Mayoritas Peserta Berasal dari Anak Putus Sekolah
Edy menjelaskan seluruh calon peserta didik masih berada di rumah masing-masing sambil menunggu jadwal masuk asrama. Sementara itu, siswa yang mengikuti sekolah rintisan di Alyatama dan Tanjung Jabung Timur tetap menjalani proses belajar seperti biasa.
Ia mengungkapkan mayoritas peserta yang diterima merupakan anak putus sekolah. Selain itu, sekolah juga menerima siswa baru dari keluarga kurang mampu yang memenuhi syarat seleksi.
Menurutnya, Sekolah Rakyat memberikan layanan pendidikan secara gratis. Karena itu, masyarakat dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan.
Seleksi Utamakan Keluarga Desil 1 dan Desil 2
Edy menegaskan panitia menyeleksi seluruh peserta sebelum menetapkan mereka sebagai siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah juga memprioritaskan anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Dengan demikian, program tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan gratis.
Gedung Hampir Rampung
Di sisi lain, pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat masih berlangsung. Meski demikian, Edy memastikan pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyelesaian beberapa bagian kecil.
Ia menilai kondisi tersebut tidak akan mengganggu proses belajar mengajar saat kegiatan pendidikan dimulai. Pemerintah pun terus mempercepat penyelesaian pembangunan agar seluruh fasilitas dapat berfungsi secara optimal.
Melalui program Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Jambi berharap lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat kembali mengenyam pendidikan. Selain itu, pemerintah juga ingin membantu anak-anak yang sempat putus sekolah agar memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. (de*)









