Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Damai, Ketegangan Timur Tengah Memanas Lagi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal-kapal perahu bermanuver mengelilingi kapal militer dalam latihan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Selat Hormuz, 17 Februari 2026.(SEPAH NEWS via AFP)

Kapal-kapal perahu bermanuver mengelilingi kapal militer dalam latihan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Selat Hormuz, 17 Februari 2026.(SEPAH NEWS via AFP)

Jakarta, APGtimes.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Kedua negara saling menuduh melanggar nota kesepahaman (MoU) damai yang sebelumnya mereka sepakati untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Pemerintah Iran menilai militer AS melanggar kesepakatan tersebut setelah melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran.

Iran Tuding AS Langgar Kesepakatan

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan udara yang terjadi pada Sabtu (27/6/2026).

Menurut pemerintah Iran, militer AS menyerang fasilitas pengawasan pantai yang masuk dalam objek perlindungan selama masa gencatan senjata.

Karena itu, Teheran menilai Washington telah melanggar nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik.

Baca Juga :  Israel Perluas Serangan Darat ke Lebanon, Dunia Internasional Ramai-Ramai Mengecam

Selain itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas milik Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai aksi balasan.

IRGC juga memperingatkan akan memperluas serangan apabila Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer.

Amerika Serikat Beri Penjelasan

Sementara itu, militer Amerika Serikat menyatakan pihaknya melakukan operasi tersebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz.

Militer AS mengarahkan serangan ke lokasi penyimpanan rudal, drone, dan fasilitas radar di pesisir Iran.

Menurut Washington, langkah itu bertujuan melindungi jalur pelayaran internasional yang melintasi Selat Hormuz.

Trump dan JD Vance Angkat Bicara

Presiden AS Donald Trump menilai serangan Iran terhadap kapal kargo telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Baca Juga :  Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis Indonesia Perlu Siapkan Dana Lebih

Karena itu, ia memperingatkan Iran agar tidak kembali melakukan tindakan serupa.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance meminta Iran menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomasi.

Namun, Vance juga menegaskan Amerika Serikat akan membalas setiap aksi yang mengancam kepentingan negaranya.

Ketegangan Kembali Meningkat

Eskalasi terbaru itu memicu kekhawatiran baru di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, situasi tersebut juga meningkatkan risiko gangguan terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Sementara itu, berbagai pihak berharap Iran dan Amerika Serikat kembali mengutamakan dialog agar konflik tidak meluas ke kawasan lain. (da*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan
Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

Berita Terbaru