Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Teheran, APGtimes.com – Ketegangan antara Iran dan Ukraina kembali meningkat setelah serangan terhadap kapal yang melibatkan Iran di Laut Kaspia. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam dan memperingatkan Ukraina agar bersiap menghadapi konsekuensi atas insiden tersebut.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan setiap serangan terhadap Iran akan mendapat balasan. Menurutnya, Ukraina telah melakukan langkah yang keliru dengan menyerang kapal tersebut.

Azizi menyampaikan pernyataan itu melalui akun media sosial X pada Senin (27/7/2026). Ia menegaskan Iran tidak akan membiarkan tindakan yang dianggap mengancam kepentingan negaranya.

Iran Sebut Serangan Tewaskan Pelaut

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) menyebabkan sebuah kapal komersial Iran meledak di Laut Kaspia. Insiden itu menewaskan seorang pelaut dan melukai beberapa awak kapal lainnya.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, menurutnya, Iran berhak memberikan respons atas serangan tersebut.

Baca Juga :  Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis Indonesia Perlu Siapkan Dana Lebih

Araghchi juga menuding Israel berada di balik provokasi yang bertujuan memperluas konflik di kawasan. Ia mengaku telah menyampaikan sikap Iran kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melalui pembicaraan telepon.

Sementara itu, pemerintah Iran memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran untuk menyampaikan nota protes resmi atas insiden tersebut.

Ukraina Berikan Versi Berbeda

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan keterangan yang berbeda. Ia mengatakan pasukan Ukraina berhasil melancarkan serangan jarak jauh terhadap kapal perang Rusia dan kapal yang mengangkut kargo militer yang melibatkan Iran di Laut Kaspia.

Menurut Zelensky, salah satu kapal yang menjadi sasaran mengangkut perlengkapan militer antara Iran dan Rusia. Oleh sebab itu, Ukraina menganggap kapal tersebut memiliki nilai strategis dalam konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Pakar Siber Bongkar Sistem Pengawasan China, Aktivitas Warga Bisa Dilacak 24 Jam

Selain itu, Zelensky kembali menuduh Iran memberikan dukungan militer kepada Rusia sejak awal perang. Ia menyebut Iran telah memasok drone Shahed, berbagai jenis senjata, serta teknologi militer yang kemudian digunakan Rusia dalam operasi di Ukraina.

Zelensky juga menegaskan Ukraina tidak ingin membuka medan konflik baru. Meski demikian, negaranya tidak dapat mengabaikan dukungan militer yang diterima Rusia dari Iran maupun Korea Utara.

Rusia Sampaikan Belasungkawa

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pelaut Iran dalam insiden tersebut.

Lavrov juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas wilayah Astrakhan yang telah membantu para awak kapal setelah kejadian. Hingga kini, ketegangan antara Iran dan Ukraina masih terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memperluas konflik di kawasan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Samsung memajang Galaxy A08 di situs resminya di Serbia serta Bosnia dan Herzegovina. (Samsung)

Tekno & Sains

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:09 WIB