Warisan Leluhur Kembali Diperkenalkan, Rio Jayo Turunkan Benda Pusaka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi penyucian benda pusaka Rio Jayo (Ft: ist)

Prosesi penyucian benda pusaka Rio Jayo (Ft: ist)

Sungai Penuh, apgtimes.com–Luhah Rio Jayo memulai rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah dengan menggelar prosesi penurunan benda-benda pusaka di Umoh Gdeang Rio Jayo, Rabu (1/7/2026).

Prosesi adat itu mempertemukan ninik mamak, depati, tengganai, dunsanak batino, serta masyarakat untuk menjaga dan menghormati warisan leluhur.

Umoh Gdeang tidak hanya menjadi tempat para pemangku adat bermusyawarah. Rumah adat itu juga menyimpan berbagai benda pusaka yang memiliki nilai sejarah sekaligus memperkuat identitas Luhah Rio Jayo.

Ninik Mamak Rio Jayo, Rio Ansari, mengatakan seluruh unsur adat ikut menjalankan prosesi penurunan pusaka. Rio Jayo Tiga Buah Perut, Depati Tiga Buah Perut, Dunsanak Batino Tiga Buah Perut, hingga para tengganai bersama-sama menjalankan tugas sesuai ketentuan adat.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Ledakan di MAN 3 Padang, Tim Gegana Turun ke Lokasi

“Para leluhur mewariskan tradisi ini secara turun-temurun. Kami melibatkan seluruh unsur adat agar masyarakat terus menjaga warisan leluhur,” kata Rio Ansari, Kamis (2/7/2026).

Setelah menyelesaikan prosesi penurunan, masyarakat melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyucikan benda-benda pusaka pada Kamis sore. Tahapan itu menjadi bagian penting dalam Kenduri Sko sebelum masyarakat memasuki agenda adat berikutnya.

“Insya Allah sore ini kami melaksanakan penyucian benda pusaka bersama seluruh komponen Luhah Rio Jayo,” ujarnya.

Usai penyucian, para pemangku adat akan menjelaskan sejarah, asal-usul, fungsi, dan makna setiap benda pusaka kepada masyarakat. Masyarakat umum, akademisi, peneliti, maupun generasi muda dapat mengikuti penjelasan tersebut untuk mempelajari sejarah adat Rio Jayo.

Baca Juga :  RSUD Raden Mattaher Pulangkan 8 Siswi SMKN 1 Jambi yang Diduga Keracunan

Menurut Rio Ansari, langkah itu membantu masyarakat mengenal kekayaan budaya Kerinci sekaligus menjaga pengetahuan tentang benda pusaka agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.

“Kami akan menjelaskan sejarah setiap benda pusaka. Siapa pun yang ingin mempelajari atau mengkajinya kami persilakan,” katanya.

Rio Ansari juga mengajak masyarakat, khususnya warga Rio Jayo, mengikuti seluruh rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah. Ia berharap masyarakat tidak hanya menyaksikan prosesi adat, tetapi juga memahami nilai sejarah, filosofi, dan pesan yang para leluhur tinggalkan melalui setiap benda pusaka.

“Kami mengundang masyarakat untuk datang, menyaksikan prosesi adat, dan mengenal sejarah benda-benda pusaka yang menjadi warisan berharga masyarakat Rio Jayo,” tutupnya. ***

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah

Berita Terbaru