Ratusan Warga Kepung DPRD Jambi, Tuntut Penyelesaian 5.506 Sertifikat Tanah Zona Merah Pertamina

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 dan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi diwarnai aksi demonstrasi ratusan warga terdampak kebijakan zona merah Pertamina, Selasa (2/6/2026).

Peringatan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 dan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi diwarnai aksi demonstrasi ratusan warga terdampak kebijakan zona merah Pertamina, Selasa (2/6/2026).

Jambi, APGtimes.com — Ratusan warga terdampak kebijakan zona merah Pertamina menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6/2026). Mereka memanfaatkan momentum Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 dan HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi untuk menuntut kepastian hukum atas ribuan bidang tanah yang hingga kini belum terselesaikan.

Massa memadati halaman DPRD Kota Jambi saat rapat paripurna berlangsung. Mereka membawa spanduk, poster tuntutan, dan replika pocong sebagai simbol kekecewaan terhadap lambannya penyelesaian persoalan tersebut.

Warga Tuntut Penyelesaian 5.506 Sertifikat Tanah

Mayoritas peserta aksi merupakan kaum ibu. Mereka mengaku telah bertahun-tahun menunggu kejelasan status tanah yang masuk dalam kawasan zona merah Pertamina.

Warga mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan 5.506 sertifikat tanah yang terdampak kebijakan tersebut. Menurut mereka, status zona merah menghambat berbagai urusan penting.

Masyarakat mengaku kesulitan mengurus sertifikat, menjual lahan, hingga mengakses layanan perbankan. Akibatnya, banyak warga mengalami kerugian ekonomi karena aset yang mereka miliki tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Jika pemerintah tidak memberikan solusi yang jelas, kami siap menggelar aksi yang lebih besar,” tegas salah seorang orator.

DPRD Kota Jambi Ikut Jadi Sorotan

Selain menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan Pertamina, massa juga mengkritik DPRD Kota Jambi. Warga menilai lembaga legislatif belum maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat terdampak.

Beberapa peserta aksi mengaku telah berulang kali mengajukan dialog. Namun mereka merasa belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Kami membutuhkan tindakan nyata. Kami tidak ingin terus menerima janji tanpa kepastian penyelesaian,” kata seorang peserta aksi.

Sementara itu, replika pocong yang dibawa demonstran menjadi perhatian utama selama aksi berlangsung. Warga menggunakan simbol tersebut untuk menggambarkan matinya harapan akibat lambannya penyelesaian persoalan yang mereka hadapi.

Pemkot Jambi Bentuk Tim Kecil

Di sisi lain, Wali Kota Jambi Maulana memastikan pemerintah terus mencari solusi atas persoalan zona merah yang melibatkan lebih dari 5.000 bidang tanah di Kecamatan Kota Baru.

Baca Juga :  Pertamina Temukan Transaksi Anomali, Ratusan Kendaraan Langsung Diblokir

Maulana mengatakan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah instansi terkait. Pertemuan tersebut melibatkan Kanwil Kekayaan Negara, Pertamina, SKK Migas, dan kejaksaan.

Menurutnya, seluruh pihak sepakat mempercepat penyelesaian masalah karena menyangkut kepentingan ribuan warga.

“Semua pihak sepakat persoalan ini harus segera diselesaikan karena menyangkut masyarakat banyak,” ujar Maulana.

Konflik Sosial Jadi Ancaman

Maulana menilai keterlambatan penyelesaian berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. Selain itu, kondisi tersebut juga mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan administrasi, dan pembangunan kawasan.

Karena itu, Pemerintah Kota Jambi akan membentuk tim kecil yang fokus membahas langkah teknis dan formulasi penyelesaian terbaik.

Tim tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyelesaian sehingga masyarakat segera memperoleh kepastian hukum atas lahan yang mereka tempati.

Sementara itu, aparat kepolisian mengawal aksi hingga selesai. Massa menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa mengganggu jalannya rapat paripurna DPRD Kota Jambi. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama
Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000
Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi
Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Serahkan KTP Pemula kepada Siswa SMA, Pelayanan Disdukcapil Dipuji Warga
Didampingi Disdukcapil, Wali Kota Alfin Bantu Korban Kebakaran Pulihkan Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Kota Sungai Penuh Musnahkan 20 Ribu KTP Elektronik Rusak, Cegah Penyalahgunaan Data
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB

Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal

Senin, 8 Juni 2026 - 11:09 WIB

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026

Berita Terbaru