Hari Pertama Potongan Ojol 8 Persen, Driver Mengaku Penghasilan Malah Turun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengemudi ojek daring menunggu penumpang di kawasan Halte BRT Pancoran, Jakarta, Rabu (13/5/2026).(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Sejumlah pengemudi ojek daring menunggu penumpang di kawasan Halte BRT Pancoran, Jakarta, Rabu (13/5/2026).(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Jakarta, APGtimes.com – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengaku belum menikmati kenaikan pendapatan meski potongan aplikator turun dari 20 persen menjadi 8 persen mulai Rabu (1/7/2026).

Bahkan, beberapa pengemudi menyebut penghasilan dari perjalanan jarak dekat justru menurun pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut.

Driver Nilai Skema Baru Belum Menguntungkan

Pengemudi ojol, Fahmi, mengatakan skema baru belum memberi manfaat bagi mitra pengemudi.

Ia mengaku menerima pendapatan yang lebih kecil dari perjalanan jarak dekat dibandingkan sebelumnya.

Menurut Fahmi, perusahaan sebelumnya menawarkan layanan GoRide Hemat melalui sistem berlangganan harian.

Baca Juga :  Komnas HAM Soroti Program MBG, Keracunan hingga Status Petugas Jadi Perhatian

Kini, perusahaan mengganti layanan itu dengan GoRide Murah dan memotong 8 persen dari setiap perjalanan.

Fahmi menilai perubahan tersebut justru mengurangi pendapatan driver pada sejumlah order.

Driver Soroti Biaya Layanan

Selain mengkritik skema baru, Fahmi juga menyoroti besarnya biaya layanan yang dipungut perusahaan aplikasi.

Ia menilai biaya layanan lebih memengaruhi pendapatan pengemudi daripada besaran potongan aplikator.

Karena itu, Fahmi meminta perusahaan mengevaluasi biaya layanan agar penghasilan mitra meningkat.

Pengemudi Lain Keluhkan Hal Serupa

Pengemudi lain, Rezi, juga mengaku belum merasakan manfaat dari kebijakan baru itu.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Diperbaiki pada 2028, 71.744 Sudah Direvitalisasi

Ia mengatakan pendapatan perjalanan jarak dekat tetap menurun meski perusahaan menurunkan potongan menjadi 8 persen.

Menurut Rezi, skema tersebut justru memberi peluang perusahaan memperoleh keuntungan lebih besar.

Sementara itu, pengemudi lain bernama Abdi berharap aturan baru bisa meningkatkan pendapatannya.

Namun, setelah perusahaan menjalankan kebijakan itu, ia justru menerima penghasilan yang lebih rendah pada beberapa perjalanan.

Karena itu, para pengemudi berharap perusahaan segera mengevaluasi kebijakan tersebut agar tujuan meningkatkan kesejahteraan mitra benar-benar tercapai. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB