Bank Dunia Resmi Kurangi Pinjaman ke China, Target Nol pada 2031

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung markas Dana Moneter Internasional (IMF) terlihat jelang pertemuan musim semi IMF/Bank Dunia di Washington, AS, pada Senin (8/4/2019).(REUTERS/Yuri Gripas/File Photo)

Gedung markas Dana Moneter Internasional (IMF) terlihat jelang pertemuan musim semi IMF/Bank Dunia di Washington, AS, pada Senin (8/4/2019).(REUTERS/Yuri Gripas/File Photo)

Jakarta, APGtimes.com – Bank Dunia akan menghentikan seluruh program pinjaman kepada China secara bertahap hingga 2031. Lembaga keuangan internasional itu mengambil langkah tersebut setelah menilai perekonomian China telah berkembang pesat dan mampu berdiri lebih mandiri.

Kebijakan tersebut tercantum dalam Kerangka Kerja Kemitraan Negara atau Country Partnership Framework (CPF) yang baru.

Seorang pejabat Bank Dunia menyebut China telah mencatat kemajuan pembangunan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir dengan dukungan berbagai lembaga internasional, termasuk Bank Dunia.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat hubungan Bank Dunia dengan China memasuki fase baru.

Beralih Menjadi Mitra Pengetahuan

Bank Dunia menilai perannya terhadap China kini tidak lagi berfokus pada pembiayaan.

Baca Juga :  Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras

Sebaliknya, lembaga tersebut akan memperkuat kerja sama dalam bentuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan dukungan teknis.

Perubahan itu mengikuti perkembangan ekonomi China yang kini menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang pesat juga mendorong penurunan tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan terhadap pinjaman luar negeri semakin berkurang.

Nilai Pinjaman Terus Menurun

Data Bank Dunia menunjukkan nilai pinjaman kepada China terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2017, nilai pinjaman masih mencapai sekitar 2,42 miliar dollar AS.

Namun, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 750 juta dollar AS pada 2025.

Di sisi lain, China kini berperan sebagai salah satu penyumbang dana terbesar bagi negara-negara berkembang melalui Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA).

Baca Juga :  China Kejar Terobosan Tangan Robot Mirip Manusia, Jadi Kunci Masa Depan Robot Humanoid

Beijing menyumbangkan sekitar 1,5 miliar dollar AS dalam putaran pendanaan terbaru sehingga menempati posisi donor terbesar kelima.

Tidak Hanya Berlaku untuk China

Bank Dunia juga menerapkan kebijakan serupa terhadap negara lain yang dinilai semakin mandiri secara ekonomi.

Sebelumnya, lembaga tersebut mengumumkan rencana menghentikan pinjaman kepada Polandia secara bertahap hingga 2031.

Meski menghentikan pembiayaan, Bank Dunia tetap akan memberikan bantuan teknis dan kerja sama di berbagai bidang pembangunan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Dunia untuk mengalihkan dukungan pembiayaan kepada negara-negara yang masih membutuhkan akses pendanaan pembangunan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB