Palembang, APGtimes.com – Polda Sumatera Selatan terus menggencarkan Operasi Senpi Musi 2026 untuk menekan peredaran senjata api ilegal di wilayahnya. Memasuki hari ke-16 pelaksanaan operasi, polisi berhasil mengamankan ratusan pucuk senjata api dari berbagai daerah.
Keberhasilan tersebut menunjukkan peningkatan pengawasan terhadap kepemilikan senjata api ilegal yang berpotensi memicu tindak kriminal maupun konflik sosial.
Polisi Ungkap 29 Kasus
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan polisi telah mengungkap 29 kasus hingga hari ke-16 operasi.
Rinciannya terdiri dari 28 target operasi dan satu kasus non-target operasi.
Capaian tersebut mencapai sekitar 68 persen dari total 41 target yang telah ditetapkan sejak awal Operasi Senpi Musi 2026.
Meski demikian, Polda Sumsel terus memburu target yang belum terungkap.
Lima Polres Capai Target Penuh
Sejumlah satuan wilayah berhasil menyelesaikan seluruh target pengungkapan selama operasi berlangsung.
Polrestabes Palembang, Polres Ogan Komering Ilir, Polres Muara Enim, Polres Musi Rawas, dan Polres Lahat berhasil mencapai 100 persen target operasi.
Polda Sumsel menilai capaian tersebut mencerminkan koordinasi yang baik antara personel di lapangan dan satuan wilayah.
Ratusan Senjata Api Diamankan
Selama operasi berlangsung, polisi menyita sembilan pucuk senjata api laras panjang dan 26 pucuk senjata api laras pendek.
Petugas juga mengamankan 109 butir amunisi laras panjang serta 70 butir amunisi laras pendek.
Selain melakukan penindakan, polisi mengajak masyarakat menyerahkan senjata api ilegal secara sukarela.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari warga.
Masyarakat menyerahkan 125 pucuk senjata api laras panjang dan 109 pucuk senjata api laras pendek beserta sejumlah amunisi.
Dengan hasil tersebut, Polda Sumatera Selatan telah mengamankan ratusan pucuk senjata api selama Operasi Senpi Musi 2026 melalui penindakan hukum maupun penyerahan sukarela dari masyarakat. (de*)









