Bahlil Buka Peluang Impor Minyak Arab Saudi, Diskon Arab Light Capai Harga Terendah Sejak 2020

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang bagi Indonesia untuk membeli minyak mentah dari Arab Saudi. Peluang ini muncul setelah perusahaan minyak Saudi Aramco memberikan diskon harga untuk pasar Asia pada November 2026.

Bahlil mengatakan, pemerintah siap mempertimbangkan pasokan dari negara mana pun. Namun, pemerintah akan mengutamakan harga yang kompetitif, biaya pengadaan yang efisien, serta proses transaksi yang sesuai aturan.

“Intinya begini, bagi kita adalah dari mana pun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara,” ujar Bahlil di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Saudi Aramco Pangkas Harga Minyak Arab Light

Saudi Aramco menurunkan harga jual minyak mentah jenis Arab Light untuk pembeli di Asia. Perusahaan itu menetapkan harga minyak untuk pengiriman November 2026 sebesar 5 dolar AS per barel di bawah patokan Dubai/Oman.

Mengutip Reuters, diskon tersebut bertambah 3 dolar AS per barel dibandingkan bulan sebelumnya. Harga itu juga menjadi yang terendah sejak Juni 2020.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.942 per Dollar AS, IHSG Melonjak 1,79 Persen

Saudi Aramco menerapkan kebijakan berbeda di kawasan lain. Perusahaan tersebut menaikkan harga minyak mentah untuk pasar Eropa sebesar 3 dolar AS per barel pada November dibandingkan Oktober 2026.

Sementara itu, perusahaan mempertahankan harga jual untuk pembeli di Amerika Serikat.

Perbedaan harga ini membuka peluang bagi negara-negara Asia untuk mengevaluasi pembelian minyak dari Arab Saudi. Indonesia juga dapat mempertimbangkan penawaran tersebut dengan menghitung seluruh biaya pengadaan.

Biaya Sewa Kapal Tanker Melonjak

Selain harga minyak, pemerintah perlu memperhitungkan ongkos pengiriman. Kenaikan tarif kapal tanker dapat mengurangi keuntungan dari diskon harga minyak mentah.

Data LSEG menunjukkan, biaya sewa kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel mencapai 1,2 juta dolar AS per hari pada Jumat.

Biaya tersebut jauh melampaui periode yang sama tahun sebelumnya. Saat itu, penyewa hanya membayar sekitar 80.000 dolar AS per hari untuk kapal dengan kapasitas serupa.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 17.600, DPR Minta BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Lonjakan tarif itu membuat perhitungan biaya transportasi semakin penting. Pemerintah perlu membandingkan harga minyak dan ongkos pengiriman sebelum menentukan pemasok.

Konflik Timur Tengah Memengaruhi Pasokan

Diskon Saudi Aramco muncul di tengah tekanan terhadap distribusi minyak global. Reuters melaporkan, perusahaan tersebut mempertimbangkan diskon untuk minyak yang dimuat dari Oman guna mengimbangi kenaikan biaya pengangkutan.

Strategi itu juga bertujuan menjaga pangsa pasar setelah perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mengganggu ekspor minyak.

Situasi tersebut mendorong pembeli untuk mempertimbangkan kembali sumber pasokan dan biaya impor. Bagi Indonesia, penawaran Arab Saudi menjadi salah satu opsi yang dapat dikaji untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah.

Meski demikian, Bahlil belum mengumumkan keputusan pembelian dari Saudi Aramco. Pemerintah akan mengutamakan efisiensi dan manfaat ekonomi bagi Indonesia sebelum menentukan sumber pasokan. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat
BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik
OJK Bahas Anjloknya IHSG 14,91 Persen Bersama Analis dan Finfluencer
IHSG Anjlok 5,27 Persen, 774 Saham Melemah pada Perdagangan Senin
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB