Airlangga menilai MSCI menyampaikan pengumuman lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan lembaga penyedia indeks global itu baru akan mengumumkan hasilnya pada November 2026. Namun, MSCI justru menyampaikan pengumuman tersebut pada Oktober 2026.
“Namun mereka memberikan targetan baru lagi untuk tahun depan di bulan April dan di bulan Juni,” ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/10/2026).
Pemerintah Bahas Target Perbaikan Bersama BEI
Airlangga menjelaskan bahwa MSCI meminta Indonesia menuntaskan sejumlah komitmen yang sebelumnya telah pemerintah sampaikan. Salah satu perhatian MSCI menyangkut lamanya proses penerapan regulasi untuk memperbaiki pasar modal.
Karena itu, pemerintah akan berdiskusi dengan BEI untuk menentukan tindakan yang perlu segera dijalankan. Airlangga juga meminta agar setiap rencana memiliki tenggat waktu yang jelas sehingga pemerintah dan bursa dapat memantau kemajuannya.
Pemerintah akan membahas berbagai persoalan teknis sekaligus menyusun jadwal pelaksanaan. Langkah ini bertujuan menjawab perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
MSCI Pertimbangkan Perubahan Klasifikasi Pasar Indonesia
MSCI kini mempertimbangkan usulan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Lembaga tersebut telah membuka konsultasi untuk membahas usulan itu.
Dalam sistem klasifikasi MSCI, standalone market merupakan kategori tersendiri di luar tiga kelompok utama, yakni developed market, emerging market, dan frontier market.
Sebelumnya, pada Juni 2026, MSCI telah memperingatkan Indonesia mengenai risiko reklasifikasi. Peringatan tersebut muncul karena sejumlah persoalan aksesibilitas pasar belum menemukan penyelesaian.
Investor Soroti Transparansi Kepemilikan Saham
MSCI menyebut sejumlah investor menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Mereka juga mempertanyakan konsentrasi kepemilikan pada pihak tertentu serta dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi.
Menurut MSCI, persoalan tersebut memengaruhi penilaian investor global terhadap kelayakan pasar saham Indonesia sebagai tujuan investasi.
Pemerintah akan menindaklanjuti berbagai perhatian itu melalui pembahasan bersama BEI. Selain menentukan langkah perbaikan, pemerintah juga akan menyusun target waktu agar pelaksanaan komitmen berjalan lebih terarah dan terukur. (de*)









