MSCI Beri Target Baru hingga 2027, Airlangga Siapkan Pembahasan dengan BEI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan rapat dengan OJK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan rapat dengan OJK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah akan membahas langkah perbaikan pasar modal bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perkembangan terbaru mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pembahasan tersebut harus menghasilkan tindakan nyata beserta jadwal pelaksanaannya.

Airlangga menilai MSCI menyampaikan pengumuman lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan lembaga penyedia indeks global itu baru akan mengumumkan hasilnya pada November 2026. Namun, MSCI justru menyampaikan pengumuman tersebut pada Oktober 2026.

“Namun mereka memberikan targetan baru lagi untuk tahun depan di bulan April dan di bulan Juni,” ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/10/2026).

Pemerintah Bahas Target Perbaikan Bersama BEI

Airlangga menjelaskan bahwa MSCI meminta Indonesia menuntaskan sejumlah komitmen yang sebelumnya telah pemerintah sampaikan. Salah satu perhatian MSCI menyangkut lamanya proses penerapan regulasi untuk memperbaiki pasar modal.

Baca Juga :  Rupiah Bangkit ke Bawah Rp18.100 per Dollar AS, IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Karena itu, pemerintah akan berdiskusi dengan BEI untuk menentukan tindakan yang perlu segera dijalankan. Airlangga juga meminta agar setiap rencana memiliki tenggat waktu yang jelas sehingga pemerintah dan bursa dapat memantau kemajuannya.

Pemerintah akan membahas berbagai persoalan teknis sekaligus menyusun jadwal pelaksanaan. Langkah ini bertujuan menjawab perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

MSCI Pertimbangkan Perubahan Klasifikasi Pasar Indonesia

MSCI kini mempertimbangkan usulan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Lembaga tersebut telah membuka konsultasi untuk membahas usulan itu.

Dalam sistem klasifikasi MSCI, standalone market merupakan kategori tersendiri di luar tiga kelompok utama, yakni developed market, emerging market, dan frontier market.

Baca Juga :  Asing Jual Saham Rp8,36 Triliun, IHSG Tertekan dan Rupiah Nyaris Rp17.900 per Dolar AS

Sebelumnya, pada Juni 2026, MSCI telah memperingatkan Indonesia mengenai risiko reklasifikasi. Peringatan tersebut muncul karena sejumlah persoalan aksesibilitas pasar belum menemukan penyelesaian.

Investor Soroti Transparansi Kepemilikan Saham

MSCI menyebut sejumlah investor menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Mereka juga mempertanyakan konsentrasi kepemilikan pada pihak tertentu serta dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi.

Menurut MSCI, persoalan tersebut memengaruhi penilaian investor global terhadap kelayakan pasar saham Indonesia sebagai tujuan investasi.

Pemerintah akan menindaklanjuti berbagai perhatian itu melalui pembahasan bersama BEI. Selain menentukan langkah perbaikan, pemerintah juga akan menyusun target waktu agar pelaksanaan komitmen berjalan lebih terarah dan terukur. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat
BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik
OJK Bahas Anjloknya IHSG 14,91 Persen Bersama Analis dan Finfluencer
IHSG Anjlok 5,27 Persen, 774 Saham Melemah pada Perdagangan Senin
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB