Pemerintah Targetkan Sekolah Rakyat di Setiap Kabupaten, 44.000 Anak Sudah Belajar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Gus Ipul memastikan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian NU dan tidak akan mengintervensi proses Muktamar PBNU 2026. (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Gus Ipul memastikan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian NU dan tidak akan mengintervensi proses Muktamar PBNU 2026. (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Jakarta, APGtimes.com — Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.

Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang putus sekolah atau belum pernah mengikuti pendidikan formal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan pemerintah terus membangun fasilitas Sekolah Rakyat secara bertahap. Ia menyampaikan perkembangan program tersebut pada Rabu (28/10/2026).

Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak daerah agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang layak.

Pembangunan Sekolah Rakyat Berjalan di 100 Titik

Hingga 28 Oktober 2026, pemerintah telah memulai pembangunan Sekolah Rakyat di 100 titik. Namun, baru 93 titik yang siap menjalankan kegiatan pembelajaran.

Gus Ipul menargetkan seluruh pembangunan di 100 titik tersebut selesai pada akhir 2026. Setelah itu, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan di 100 titik tambahan pada 2027.

Baca Juga :  3 Kepala Sekolah Bersaksi di MK, Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Konsentrasi Siswa

Ia mengakui pembangunan di sejumlah daerah membutuhkan waktu lebih panjang. Kendala pengiriman logistik dan bahan bangunan, terutama ke wilayah di luar Jawa, menjadi salah satu faktor yang memperlambat pengerjaan.

Pemerintah terus mendorong penyelesaian proyek agar lebih banyak sekolah segera beroperasi dan melayani siswa.

Satu Gedung Permanen Menampung 2.000 Siswa

Pemerintah merancang gedung permanen Sekolah Rakyat agar mampu menampung sedikitnya 2.000 siswa. Fasilitas tersebut akan melayani jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Melalui fasilitas permanen, pemerintah ingin menyediakan lingkungan belajar yang lebih memadai bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga menyasar anak-anak yang menghadapi hambatan untuk mengakses pendidikan formal.

Baca Juga :  Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Warung Kelontong Biasa

Keberadaan Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Lebih dari 44.000 Anak Sudah Mengikuti Pembelajaran

Gus Ipul menyebut lebih dari 44.000 anak telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat hingga 28 Oktober 2026. Jumlah tersebut mendekati target alokasi 45.000 siswa sepanjang tahun ini.

Selain itu, lebih dari 1.000 anak masih menjalani proses rehabilitasi di sentra-sentra milik Kementerian Sosial. Pemerintah terus menangani kebutuhan mereka sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan anak.

Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjangkau anak-anak yang putus sekolah maupun mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Dengan memperluas pembangunan dan meningkatkan kapasitas fasilitas, pemerintah ingin memberikan kesempatan belajar yang lebih merata bagi keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik

Berita Terbaru

Ilustrasi Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia.(Anton Zubchevskyi / iStock Editorial via Getty Images)

Ekonomi & Bisnis

Binance Diretas, Aset Kripto Rp100 Triliun Hilang dan Bitcoin Ikut Anjlok

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:09 WIB