3 Kepala Sekolah Bersaksi di MK, Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Konsentrasi Siswa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga kepala sekolah dihadirkan sebagai saksi oleh pemerintah dalam sidang uji materi terkait penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026).

Tiga kepala sekolah dihadirkan sebagai saksi oleh pemerintah dalam sidang uji materi terkait penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026).

Jakarta, APGtimes.com – Tiga kepala sekolah menyampaikan kesaksian dalam sidang uji materi terkait penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026). Ketiganya menilai program MBG tidak mengurangi kesejahteraan guru dan justru memberikan dampak positif terhadap aktivitas belajar siswa.

Sidang tersebut membahas pengujian Undang-Undang dalam perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026, 52/PUU-XXIV/2026, dan 55/PUU-XXIV/2026.

Tiga saksi yang hadir yakni Kepala SMP Negeri 34 Kota Bekasi Arif Purnama, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Margomulyo Lampung Suwaidi, serta Kepala TK Kartika Nawa Malang Nur Azizah.

Kepala SMPN 34 Bekasi: Gaji Guru Tetap Utuh

Arif Purnama menjelaskan SMP Negeri 34 Kota Bekasi mulai menjalankan program MBG pada Agustus 2025 untuk 1.069 siswa.

Ia menegaskan sekolah tetap membayar gaji dan tunjangan guru secara penuh sejak program berjalan.

Baca Juga :  Timwas DPR Ingatkan Risiko Perjalanan Jemaah Haji dari Muzdalifah ke Mina

Menurut Arif, guru berstatus PNS, PPPK, maupun tenaga honorer tetap menerima haknya tanpa pemotongan.

Selain itu, pemerintah daerah juga tetap membuka rekrutmen guru PPPK sehingga sekolahnya memperoleh tambahan 15 guru dan tenaga tata usaha.

Arif menambahkan sekolah membagikan makanan saat jam istirahat sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal.

Ia juga melihat siswa menjadi lebih fokus, lebih jarang mengantuk saat pelajaran siang, dan lebih rutin hadir di sekolah.

SD di Lampung Catat Kenaikan Kehadiran

Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Margomulyo, Suwaidi, juga menyampaikan pengalaman serupa.

Sekolah mulai melaksanakan program MBG sejak Februari 2026 untuk 64 siswa.

Suwaidi memastikan guru tetap menerima gaji dan tunjangan sesuai ketentuan.

Selain itu, sekolah tetap memperoleh dukungan fasilitas pendidikan, termasuk laptop dan televisi pintar.

Baca Juga :  Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026, Haji Jambi Mulai Pulang 1 Juni

Menurutnya, kehadiran siswa meningkat dari sekitar 90 persen menjadi 97 persen setelah program MBG berjalan.

Ia juga menilai siswa menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran di kelas.

Kepala TK di Malang Nilai MBG Tingkatkan Konsentrasi Anak

Kepala TK Kartika Nawa Malang, Nur Azizah, mengatakan sekolahnya mulai menjalankan program MBG pada Desember 2025 dengan 189 peserta didik.

Ia menjelaskan program tersebut tidak memengaruhi pendapatan guru karena sekolah membayar gaji melalui dana SPP.

Nur Azizah menambahkan guru piket mengatur pembagian makanan sehingga proses belajar tetap berjalan lancar.

Menurutnya, banyak siswa sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan maupun bekal.

Karena itu, program MBG membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar selama mengikuti pembelajaran. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB