Jakarta, APGtimes.com – Tiga kepala sekolah menyampaikan kesaksian dalam sidang uji materi terkait penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026). Ketiganya menilai program MBG tidak mengurangi kesejahteraan guru dan justru memberikan dampak positif terhadap aktivitas belajar siswa.
Sidang tersebut membahas pengujian Undang-Undang dalam perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026, 52/PUU-XXIV/2026, dan 55/PUU-XXIV/2026.
Tiga saksi yang hadir yakni Kepala SMP Negeri 34 Kota Bekasi Arif Purnama, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Margomulyo Lampung Suwaidi, serta Kepala TK Kartika Nawa Malang Nur Azizah.
Kepala SMPN 34 Bekasi: Gaji Guru Tetap Utuh
Arif Purnama menjelaskan SMP Negeri 34 Kota Bekasi mulai menjalankan program MBG pada Agustus 2025 untuk 1.069 siswa.
Ia menegaskan sekolah tetap membayar gaji dan tunjangan guru secara penuh sejak program berjalan.
Menurut Arif, guru berstatus PNS, PPPK, maupun tenaga honorer tetap menerima haknya tanpa pemotongan.
Selain itu, pemerintah daerah juga tetap membuka rekrutmen guru PPPK sehingga sekolahnya memperoleh tambahan 15 guru dan tenaga tata usaha.
Arif menambahkan sekolah membagikan makanan saat jam istirahat sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal.
Ia juga melihat siswa menjadi lebih fokus, lebih jarang mengantuk saat pelajaran siang, dan lebih rutin hadir di sekolah.
SD di Lampung Catat Kenaikan Kehadiran
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Margomulyo, Suwaidi, juga menyampaikan pengalaman serupa.
Sekolah mulai melaksanakan program MBG sejak Februari 2026 untuk 64 siswa.
Suwaidi memastikan guru tetap menerima gaji dan tunjangan sesuai ketentuan.
Selain itu, sekolah tetap memperoleh dukungan fasilitas pendidikan, termasuk laptop dan televisi pintar.
Menurutnya, kehadiran siswa meningkat dari sekitar 90 persen menjadi 97 persen setelah program MBG berjalan.
Ia juga menilai siswa menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran di kelas.
Kepala TK di Malang Nilai MBG Tingkatkan Konsentrasi Anak
Kepala TK Kartika Nawa Malang, Nur Azizah, mengatakan sekolahnya mulai menjalankan program MBG pada Desember 2025 dengan 189 peserta didik.
Ia menjelaskan program tersebut tidak memengaruhi pendapatan guru karena sekolah membayar gaji melalui dana SPP.
Nur Azizah menambahkan guru piket mengatur pembagian makanan sehingga proses belajar tetap berjalan lancar.
Menurutnya, banyak siswa sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan maupun bekal.
Karena itu, program MBG membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar selama mengikuti pembelajaran. (aw*)









