Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KBBank. (Dok. Bank KB)

Gedung KBBank. (Dok. Bank KB)

Jakarta, APGtimes.com — PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menyalurkan kredit sebesar Rp45,68 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut meningkat 3,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan kredit berasal dari segmen wholesale banking. Pembiayaan pada segmen ini tumbuh 11 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa ekspansi bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan kondisi fundamental perusahaan. Karena itu, perseroan tetap memperhatikan kualitas kredit, sumber pendanaan, dan pengendalian risiko.

“Pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan penguatan fundamental agar dapat memberikan nilai jangka panjang bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Kunardy dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

KB Bank Perketat Seleksi Penyaluran Kredit

Dalam memperluas pembiayaan, KB Bank menerapkan seleksi berdasarkan profil risiko dan kualitas debitur. Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat hubungan dengan nasabah korporasi.

Baca Juga :  Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun dari Jepang, Fokus Perkuat SDM Teknologi

Perseroan menjalankan sejumlah langkah untuk memperbaiki kualitas portofolio. Program tersebut meliputi pengelolaan kredit secara berkelanjutan, penyelesaian pembiayaan bermasalah, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit baru.

Upaya itu turut terlihat dari rasio loan at risk (LAR) yang mencapai 21,62 persen pada September 2026. Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kualitas kredit tetap menjadi prioritas KB Bank. Perseroan ingin memperkuat ketahanan bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan pembiayaan agar berlangsung secara sehat.

Pendapatan Bunga Bersih Tumbuh 28,94 Persen

Kinerja pendapatan KB Bank juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2026, perseroan mencatat pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp926 miliar.

Nilai tersebut meningkat 28,94 persen secara tahunan. Selain itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) membaik menjadi 1,71 persen.

Dari sisi neraca, total aset KB Bank mencapai Rp82,91 triliun pada akhir September 2026. Perusahaan mengoptimalkan aset produktif dan mengelola liabilitas untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas pembiayaan, dan struktur pendanaan.

Baca Juga :  BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik

DPK KB Bank Tercatat Rp44,58 Triliun

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) KB Bank mencapai Rp44,58 triliun. Dari jumlah tersebut, dana murah atau current account and savings account (CASA) menyumbang Rp13,01 triliun.

Untuk memperkuat sumber pendanaan, KB Bank mengembangkan hubungan dengan nasabah korporasi maupun ritel. Perseroan juga mendorong peningkatan transaksi nasabah dan mengoptimalkan komposisi dana guna memenuhi kebutuhan penyaluran kredit.

Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas. Dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, serta persaingan likuiditas di industri perbankan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Kunardy menyatakan optimisme terhadap berbagai inisiatif strategis yang tengah berjalan. Ia berharap langkah tersebut dapat mendukung perbaikan kinerja secara berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental KB Bank hingga akhir 2026. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima
Saham Intel Anjlok 28,58 Persen, Nilai Investasi Pemerintah AS Susut Rp217,8 Triliun
Harga Minyak Dunia Melonjak hingga 15,2 Persen, Konflik Iran dan Serangan di Hormuz Jadi Pemicu
Cicilan UMKM Korban Bencana Terancam Macet, DPR Desak OJK Beri Keringanan Kredit
Binance Bekukan Aset Rp54,45 Triliun Usai Insiden Keamanan, Tether dan Circle Ikut Bergerak
IHSG Anjlok 3,49 Persen, Investor Asing Ramai-Ramai Lepas Saham Rp 1,52 Triliun
Binance Diretas, Aset Kripto Rp100 Triliun Hilang dan Bitcoin Ikut Anjlok
IHSG Anjlok 3,23 Persen ke Level 5.111, Seluruh Sektor Saham Melemah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Saham Intel Anjlok 28,58 Persen, Nilai Investasi Pemerintah AS Susut Rp217,8 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak hingga 15,2 Persen, Konflik Iran dan Serangan di Hormuz Jadi Pemicu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Cicilan UMKM Korban Bencana Terancam Macet, DPR Desak OJK Beri Keringanan Kredit

Berita Terbaru