Begini Cara Menghitung Pajak Motor Tahunan Sendiri, Pemilik Kendaraan Wajib Tahu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara menghitung biaya pajak motor tahunan bisa dilakukan sendiri sebelum ke Samsat.

Cara menghitung biaya pajak motor tahunan bisa dilakukan sendiri sebelum ke Samsat.

Jakarta, APGtimes.com — Banyak pemilik kendaraan masih bingung menghitung pajak motor tahunan secara mandiri. Padahal, pemilik kendaraan bisa mengetahui besaran pajak sebelum datang ke Samsat agar dapat menyiapkan biaya pembayaran dengan tepat.

Humas Pajak Jakarta menjelaskan perhitungan pajak kendaraan mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Cara Menghitung Pajak Motor Tahunan

Pemilik kendaraan pertama harus menghitung pajak dengan rumus tarif pajak 2 persen dikalikan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan koefisien kendaraan.

Selain itu, pemilik kendaraan juga wajib membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Untuk sepeda motor, nilai SWDKLLJ mencapai Rp 35.000.

Baca Juga :  XPeng Percepat Ekspansi di Indonesia, Siapkan 100 Diler 3S dan Service Center hingga 2028

Sebagai contoh, motor dengan NJKB Rp 10 juta menghasilkan perhitungan pajak sebagai berikut:

2 persen x Rp 10.000.000 x 1 = Rp 200.000.

Setelah itu, pemilik kendaraan menambahkan SWDKLLJ sebesar Rp 35.000 sehingga total pajak tahunan menjadi Rp 235.000.

Kendaraan Kedua Kena Pajak Progresif

Pemilik kendaraan kedua harus membayar tarif pajak progresif sebesar 2,5 persen.

Pemilik kendaraan dapat menghitung pajak progresif dengan rumus tarif 2,5 persen dikalikan NJKB dan koefisien kendaraan, lalu menambahkan SWDKLLJ.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus dan Diganti Jalan Berbayar

Sebagai contoh, motor dengan NJKB Rp 10 juta menghasilkan hitungan berikut:

2,5 persen x Rp 10.000.000 x 1 = Rp 250.000.

Kemudian, pemilik kendaraan menambahkan SWDKLLJ Rp 35.000 sehingga total pajak kendaraan menjadi Rp 285.000.

Pemilik Kendaraan Perlu Hitung Pajak Sebelum ke Samsat

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya menghitung besaran pajak sebelum datang ke Samsat.

Dengan memahami cara menghitung pajak kendaraan, masyarakat dapat memperkirakan biaya tahunan sesuai jenis dan status kepemilikan kendaraan. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ferrari Luce Terjual Rp 712 Miliar, Rekor Baru Mobil Listrik Ferrari
Suzuki Carry Disulap Jadi Mobil Patroli, Bisa Angkut 10 Orang dan Dilengkapi Sirene
GIIAS 2026 Ramai Mobil Baru, Ini Daftar yang Paling Menarik Perhatian
Chery Tiggo V Debut di GIIAS 2026, Siap Isi Celah Tiggo 8 dan Tiggo 9
Daihatsu Pamerkan 3 Mobil Konsep Jepang di GIIAS 2026, Ada Teknologi Listrik dan Hybrid
XPeng Percepat Ekspansi di Indonesia, Siapkan 100 Diler 3S dan Service Center hingga 2028
Ramadhipa Bongkar Sosok yang Membuatnya Makin Percaya Diri di Eropa
Pemerintah Tetapkan Kendaraan yang Kena Pajak PKB 2026, Ini Daftarnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Ferrari Luce Terjual Rp 712 Miliar, Rekor Baru Mobil Listrik Ferrari

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Suzuki Carry Disulap Jadi Mobil Patroli, Bisa Angkut 10 Orang dan Dilengkapi Sirene

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

GIIAS 2026 Ramai Mobil Baru, Ini Daftar yang Paling Menarik Perhatian

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Chery Tiggo V Debut di GIIAS 2026, Siap Isi Celah Tiggo 8 dan Tiggo 9

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:09 WIB

Daihatsu Pamerkan 3 Mobil Konsep Jepang di GIIAS 2026, Ada Teknologi Listrik dan Hybrid

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB