Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ini diambil pada Minggu (12/4/2026) dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pada Selasa (14/4/2026), menunjukkan kapal perusak Choe Hyon melakukan uji tembak rudal di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara(KCNA via AFP)

Foto ini diambil pada Minggu (12/4/2026) dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pada Selasa (14/4/2026), menunjukkan kapal perusak Choe Hyon melakukan uji tembak rudal di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara(KCNA via AFP)

Pyongyang, APGtimes.com – Korea Utara kembali mengecam latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan di Semenanjung Korea.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), menyampaikan kecaman itu pada Rabu (19/8/2026).

Pernyataan tersebut muncul saat AS dan Korea Selatan menjalankan latihan tahunan Ulchi Freedom Shield. Kedua negara memulai latihan itu pada Senin (17/8/2026).

Korea Utara Siapkan Respons

KCNA menilai latihan tersebut dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. Media pemerintah itu juga menyebut AS dan Korea Selatan sebagai pemicu ketegangan di kawasan.

Pyongyang menegaskan akan menggunakan haknya untuk membela diri. Korea Utara menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap ancaman militer dari AS dan Korea Selatan.

Baca Juga :  Trump Ancam Produk Indonesia dengan Tarif Baru, Saham Tekstil Jadi Korban Pertama

Namun, KCNA tidak menjelaskan bentuk respons yang akan dilakukan Pyongyang. Media tersebut juga tidak menyebut nama Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya.

Trump Ingin Kurangi Latihan

Sebelumnya, Trump meminta AS mengurangi keterlibatannya dalam latihan militer tahunan tersebut. Keputusan itu muncul saat Trump berusaha membuka kembali komunikasi dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Trump juga kembali memuji hubungannya dengan Kim. Ia mengatakan Kim telah merespons upaya komunikasinya.

Namun, Trump tidak menjelaskan bentuk maupun isi komunikasi tersebut. Kondisi itu membuat upaya diplomasi Washington dan Pyongyang masih menjadi perhatian.

Korea Selatan Bantah Akan Menyerang

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung membantah latihan tersebut bertujuan menyerang Korea Utara.

Baca Juga :  Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka Meski Donald Trump Beri Peringatan

“Korea Selatan tidak memiliki niat untuk menggunakan latihan ini untuk menyerang Korea Utara atau meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea,” kata Lee pada Selasa (18/8/2026).

Washington dan Seoul menyebut latihan tersebut sebagai kegiatan pertahanan. Kedua negara menilai latihan itu penting untuk menjaga kesiapsiagaan pasukan.

Sementara itu, Korea Utara terus mengembangkan program senjata nuklir dan rudal. Pyongyang tetap menjalankan program tersebut meski menghadapi berbagai sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Situasi ini membuat hubungan Korea Utara, AS, dan Korea Selatan tetap tegang. Di tengah upaya Trump mendekati Kim Jong Un, Pyongyang masih mengambil sikap keras terhadap latihan militer kedua negara sekutu tersebut. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Siapkan Target Balasan jika AS dan Israel Menyerang Lagi, Produksi Senjata Naik 2,5 Kali Lipat
Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Berita Terbaru