Bersiap! Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Hampir Rp5 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prediksi warna iPhone 18 Pro.(MacWorld)

Prediksi warna iPhone 18 Pro.(MacWorld)

California, APGtimes.com – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar produk Apple. Harga iPhone generasi terbaru berpotensi mengalami kenaikan signifikan pada akhir tahun 2026.

Sinyal tersebut muncul langsung dari CEO Apple, Tim Cook. Ia mengakui perusahaan menghadapi tekanan biaya yang semakin besar akibat lonjakan harga komponen memori dan penyimpanan.

Menurut Cook, Apple selama ini berupaya menahan kenaikan biaya produksi agar tidak membebani konsumen. Namun, kondisi pasar saat ini membuat strategi tersebut semakin sulit dipertahankan.

Ia menegaskan bahwa perusahaan telah berusaha melindungi pelanggan dari dampak kenaikan biaya. Meski begitu, Apple kini menghadapi situasi yang dinilai tidak lagi berkelanjutan.

Lonjakan Harga Bisa Sentuh Rp5 Juta

Sejumlah analis memperkirakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan menjadi produk pertama yang mengalami penyesuaian harga.

Kedua perangkat tersebut diperkirakan meluncur pada September 2026 bersamaan dengan lini iPhone terbaru lainnya.

Firma riset TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro hingga 270 dollar AS agar margin keuntungan perusahaan tetap terjaga.

Jika menggunakan kurs sekitar Rp17.848 per dollar AS, kenaikan tersebut setara dengan sekitar Rp4,8 juta per unit.

Baca Juga :  Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Angka itu membuat harga iPhone terbaru berpotensi menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah peluncuran produk Apple.

Bukan Hanya iPhone yang Terdampak

Tekanan biaya produksi tidak hanya mengancam lini iPhone.

Beberapa analis juga memperkirakan Apple akan menyesuaikan harga perangkat lain seperti iPad dan Mac.

Laporan sejumlah pengamat industri menunjukkan bahwa Apple membutuhkan biaya lebih besar untuk memproduksi perangkat generasi terbaru.

Kebutuhan tersebut muncul karena perusahaan harus meningkatkan kapasitas RAM dan penyimpanan guna mendukung fitur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Semakin canggih fitur AI yang disematkan, semakin besar pula kebutuhan perangkat keras yang harus disediakan.

Industri AI Jadi Pemicu Utama

Lonjakan harga komponen terjadi karena meningkatnya permintaan chip memori dan penyimpanan di pasar global.

Perusahaan pengembang AI membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan generatif.

Akibatnya, produsen chip kesulitan memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Kondisi tersebut membuat pasokan semakin ketat dan mendorong harga komponen naik tajam.

Menurut Tim Cook, Apple ikut merasakan dampak langsung dari perubahan pasar tersebut.

Baca Juga :  Harga MacBook Air M5 Resmi di Indonesia, Varian Termurah Rp 23 Jutaan

Ia menjelaskan bahwa produsen memori terus meneruskan kenaikan harga kepada perusahaan teknologi yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.

Tim Cook Sebut Situasi Belum Pernah Terjadi

Cook bahkan menggambarkan kondisi saat ini sebagai salah satu tantangan terbesar sepanjang kariernya di industri teknologi.

Menurutnya, situasi pasar komponen yang terjadi saat ini belum pernah ia temui selama lebih dari 40 tahun bekerja di sektor teknologi.

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang kini dihadapi perusahaan-perusahaan teknologi global.

Tidak hanya Apple, sejumlah raksasa teknologi lain juga menghadapi persoalan serupa.

Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, hingga Valve sebelumnya juga mengakui adanya tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori dan penyimpanan.

Karena itu, konsumen berpotensi melihat tren kenaikan harga perangkat teknologi dalam beberapa bulan ke depan.

Meski demikian, Apple hingga kini belum mengumumkan secara resmi besaran kenaikan harga maupun daftar produk yang akan terdampak.

Publik kemungkinan baru akan mengetahui kebijakan tersebut saat Apple memperkenalkan jajaran produk terbarunya pada September 2026 mendatang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra Diprediksi Meluncur 9 September 2026
Xiaomi Redmi M100 Resmi Meluncur, Baterai Jumbo 7.900 mAh Jadi Andalan
Apple Masih Jadi Raja Smartwatch, Kuasai 46 Persen Pasar Global
Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare
Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia
Firefox di iPhone Kini Punya Ad Blocker Bawaan, Tak Perlu Aplikasi Tambahan
Google Pixel 11 Series Resmi Rilis, Gemini Kini Bisa Pesan Makanan hingga Panggil Kendaraan
Google Pixel Watch 5 Resmi Meluncur, Gemini Bisa Dipakai Tanpa Internet
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra Diprediksi Meluncur 9 September 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Xiaomi Redmi M100 Resmi Meluncur, Baterai Jumbo 7.900 mAh Jadi Andalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Apple Masih Jadi Raja Smartwatch, Kuasai 46 Persen Pasar Global

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB