Irkutsk, APGtimes.com – Seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal setelah diduga terpapar bakteri penyebab penyakit pes.
Perempuan tersebut mengalami paparan ketika sebuah tabung reaksi berisi bakteri hidup pecah saat ia mengambil sampel untuk pengujian.
Insiden itu mendorong otoritas kesehatan melakukan isolasi dan pemantauan terhadap hampir 200 orang yang kemungkinan melakukan kontak dengan pekerja tersebut.
Sedikitnya 197 orang masuk dalam pengawasan medis. Lebih dari 100 orang menjalani pemantauan di rumah sakit.
197 Orang Jalani Pengawasan Medis
Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengatakan petugas telah mengidentifikasi seluruh orang yang kemungkinan melakukan kontak dengan pekerja laboratorium tersebut.
Petugas kemudian menempatkan mereka dalam pengawasan medis. Hingga Jumat (2/10/2026), tidak ada kontak yang menunjukkan gejala penyakit.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap orang-orang tersebut juga menunjukkan hasil negatif.
“Semua orang yang teridentifikasi melakukan kontak telah ditempatkan dalam pengawasan medis. Hingga hari ini, mereka yang melakukan kontak tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan hasil pemeriksaan laboratorium mereka negatif,” tulis Kobzev melalui Telegram.
Kobzev menyampaikan informasi tersebut setelah bertemu Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova. Keduanya membahas langkah penanganan insiden tersebut.
Kobzev juga meminta masyarakat tetap tenang selama petugas melakukan pemantauan.
Pekerja Diduga Terpapar Saat Mengambil Sampel
Media independen Lyudi Baikala atau People of Baikal dan REN TV mengidentifikasi pekerja tersebut sebagai Daria Sh.
Perempuan berusia sekitar 27 atau 28 tahun itu bekerja di sebuah institut antipes di Irkutsk.
Menurut laporan media setempat, Daria sempat memberi tahu tenaga kesehatan mengenai insiden di laboratorium.
Ia mengatakan tabung reaksi berisi bakteri hidup pecah secara tidak sengaja ketika dirinya mengambil sampel untuk pengujian.
Media setempat belum menjelaskan kapan insiden tersebut terjadi.
Kondisi Memburuk hingga Membutuhkan Ventilator
Daria kemudian menjalani perawatan di rumah sakit pada Selasa setelah mengalami gejala pneumonia berat.
Ia mendapat perawatan di Shelekhov, kota yang berada dekat pusat pemerintahan wilayah Irkutsk.
Kondisinya terus memburuk hingga dokter memasang ventilator untuk membantu pernapasannya.
Daria akhirnya meninggal setelah mengalami kondisi tersebut.
Otoritas kesehatan Rusia masih melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang masuk daftar kontak. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan otoritas kesehatan untuk mencegah risiko penularan lebih lanjut. (de*)









