Pariaman, APGtimes.com – Pemerintah Kota Pariaman menanggung lebih dulu biaya pengobatan 127 siswa yang mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pihak yayasan biasanya membayar biaya pengobatan siswa. Namun, kali ini Pemkot Pariaman mengambil langkah cepat agar para siswa segera mendapat perawatan.
“Pembiayaan anak-anak itu biasanya ditampung oleh yayasan, tapi sekarang kita mengambil tindakan dulu dari Pemerintah Kota Pariaman. Yang penting bagaimana anak yang kena keracunan, penyelamatan yang penting. Yang kena keracunan itu kita obati dulu,” kata Yota di RS M Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).
Yota juga membenarkan bahwa Pemkot Pariaman menalangi biaya pengobatan para siswa.
“Iya, ditalangi,” ujarnya.
Dua Siswa Masih Jalani Perawatan
Dari 127 siswa, dua siswi sempat mengalami kondisi yang lebih serius. Tim medis kemudian merujuk keduanya ke RS M Djamil Padang.
Keduanya sempat masuk ruang ICU setelah mengalami mual dan sakit perut. Kini, kondisi mereka berangsur membaik.
Yota menjelaskan, tim medis sudah memindahkan kedua siswi dari ICU ke ruang rawat inap.
“Kemarin memang dibawa ke ruangan ICU, tapi sekarang sudah ke ruangan rawat inap,” kata Yota.
Sebelumnya, kondisi kedua siswi menurun pada malam hari. Karena itu, tim medis memutuskan membawa mereka ke RS M Djamil Padang untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
“Alhamdulillah sudah membaik. Jadi mungkin satu hari atau dua hari ini sudah bisa pulang kembali. Kita berdoa semoga kesehatan beliau semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Yota menyebut kondisi siswa lainnya aman. Pemerintah bersama pihak terkait juga terus memantau perkembangan kesehatan mereka.
Pemkot Masih Tunggu Hasil Laboratorium
Pemkot Pariaman belum mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui faktor yang memicu gangguan kesehatan para siswa.
Yota mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah bakteri tertentu memicu kejadian tersebut atau ada faktor lain.
Karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab sebelum hasil laboratorium keluar.
Selain memastikan pengobatan, Pemkot Pariaman terus memantau kondisi para siswa. Pemerintah juga menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait dugaan keracunan setelah konsumsi menu MBG. (ys*)









