Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang Hari, APGtimes.com — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini petani menjual TBS dengan harga berkisar Rp2.400 hingga Rp2.600 per kilogram.

Meski harga naik, petani menilai pendapatan dari penjualan sawit belum mampu menutupi tingginya biaya perawatan kebun dan harga pupuk yang terus meningkat.

Petani sawit di Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Zuhdi, mengatakan para petani merasakan kenaikan harga dibandingkan satu bulan lalu.

Menurutnya, sebagian besar petani masih menjual hasil panen kepada tengkulak atau toke sehingga petani belum menikmati harga setara pabrik.

“Kalau harga sawit di tingkat petani, karena petani jual ke tengkulak atau toke, jadi sekitar Rp2.400 sampai Rp2.600 per kilogram,” katanya.

Harga Sawit Meningkat Dibanding Bulan Lalu

Zuhdi menjelaskan para pengepul membeli TBS petani sekitar Rp2.050 per kilogram pada bulan lalu. Bahkan beberapa toke hanya menawarkan harga Rp1.800 per kilogram.

Kini hampir seluruh pengepul membeli sawit dengan harga di atas Rp2.000 per kilogram. Kenaikan tersebut menambah pendapatan petani dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga :  Didampingi Disdukcapil, Wali Kota Alfin Bantu Korban Kebakaran Pulihkan Dokumen Kependudukan

Namun, petani tetap berharap harga sawit terus meningkat agar mereka memperoleh keuntungan yang lebih layak.

Petani Masih Bergantung pada Tengkulak

Zuhdi menilai banyak petani belum menikmati harga terbaik karena mereka tidak memiliki lahan dalam skala besar.

Sebagian besar petani di wilayahnya masih mengandalkan tengkulak untuk menyalurkan hasil panen ke pabrik. Kondisi itu mengurangi keuntungan yang bisa petani peroleh dari penjualan sawit.

Petani dengan lahan terbatas juga kesulitan mengumpulkan hasil panen dalam jumlah besar untuk menjual langsung ke perusahaan.

“Para petani tidak semuanya memiliki lahan luas sehingga mereka tidak bisa menjual langsung ke perusahaan atau loading ramp,” ujarnya.

Petani Berharap Harga Sawit Tembus Rp3.000 per Kilogram

Selain mengharapkan kenaikan harga sawit, petani juga meminta pemerintah memberikan subsidi pupuk guna menekan biaya produksi.

Menurut Zuhdi, harga sawit yang stabil membantu petani merencanakan biaya perawatan kebun dengan lebih baik.

Ia berharap pasar mampu menjaga harga TBS di atas Rp3.000 per kilogram sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih layak.

Baca Juga :  Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi

“Harapannya sawit ini minimal jangan di bawah Rp3.000 per kilogram dan pemerintah memberikan subsidi pupuk. Agar petani masih memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah membayar biaya perawatan kebun dan membeli pupuk,” katanya.

Harga Sawit Jambi di Tingkat Pabrik

Tim penetapan harga Provinsi Jambi menetapkan harga TBS kelapa sawit periode terbaru sebagai berikut:

  • Umur tanaman 10–20 tahun: Rp3.440,77 per kilogram
  • Umur tanaman 21–24 tahun: Rp3.340,48 per kilogram
  • Umur tanaman 25 tahun: Rp3.193,15 per kilogram

Tim penetapan harga menggunakan daftar tersebut untuk transaksi petani plasma dan pabrik kelapa sawit.

Di sisi lain, petani mandiri menjual TBS dengan harga yang lebih rendah karena tengkulak, biaya angkut, dan kualitas buah memengaruhi nilai jual di lapangan.

Pelaku industri memperkirakan pasar global, permintaan ekspor, dan harga CPO dunia akan menentukan pergerakan harga sawit dalam beberapa bulan mendatang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama
Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi
Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Serahkan KTP Pemula kepada Siswa SMA, Pelayanan Disdukcapil Dipuji Warga
Didampingi Disdukcapil, Wali Kota Alfin Bantu Korban Kebakaran Pulihkan Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Kota Sungai Penuh Musnahkan 20 Ribu KTP Elektronik Rusak, Cegah Penyalahgunaan Data
MBG di Kota Jambi Tetap Berjalan Normal Meski Tiga Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB

Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal

Senin, 8 Juni 2026 - 11:09 WIB

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB