DPR Selesaikan 16 RUU Jadi UU, Puan Ungkap Puluhan RUU Masih Berlanjut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan Kompleks DPR/MPR/DPD, di Senayan, Jakarta.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Pemandangan Kompleks DPR/MPR/DPD, di Senayan, Jakarta.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Jakarta, APGtimes.com – DPR RI menyelesaikan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang sepanjang tahun sidang 2025-2026. Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan capaian itu dalam Rapat Paripurna Khusus HUT ke-81 DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“Sepanjang tahun sidang 2025-2026, DPR RI telah menyelesaikan 16 rancangan undang-undang menjadi undang-undang,” kata Puan.

Memasuki tahun sidang berikutnya, DPR menyiapkan pembahasan 14 RUU yang sudah masuk Pembicaraan Tingkat I. Sebanyak 19 RUU lainnya masuk daftar RUU Usul Inisiatif DPR RI.

Badan Legislasi juga menangani harmonisasi empat RUU. Pada saat yang sama, alat kelengkapan dewan menyiapkan 27 RUU. DPR turut menjadwalkan pembahasan delapan ratifikasi konvensi internasional.

418 Perkara Pengujian UU di MK

Puan kemudian memaparkan data pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi (MK). Sepanjang tahun sidang 2025-2026, tercatat 418 perkara pengujian undang-undang.

Baca Juga :  DPR Minta Pemerintah Siapkan SOP dan PCR untuk Antisipasi Hantavirus

Dalam periode 15 Agustus 2025 hingga 30 Juli 2026, MK mengabulkan seluruh permohonan dalam tiga perkara. Sebanyak 32 perkara lainnya mendapat putusan kabul sebagian.

Di sisi lain, MK menolak 105 perkara dan tidak menerima 185 perkara. Pemohon juga menarik kembali 80 perkara, sedangkan 12 perkara lainnya gugur.

Satu perkara masuk dalam kategori kewenangan yang tidak dimiliki MK untuk memutusnya.

Puan menilai DPR perlu terus meningkatkan kualitas pembentukan undang-undang. Menurutnya, setiap produk legislasi harus selaras dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjawab kebutuhan masyarakat.

“DPR RI memiliki komitmen yang tinggi untuk menghadirkan legislasi yang selaras dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang memiliki kepastian hukum, memiliki basis legitimasi yang kuat, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional,” ujar Puan.

Baca Juga :  Prabowo Usulkan Skema Biaya Haji 2027 Jadi 52:48, Dana Haji Bakal Diaudit Forensik

DPR Dorong Parlemen Berdampak

Rapat Paripurna Khusus DPR RI juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 DPR RI. Untuk laporan kinerja tahun sidang 2025-2026, DPR mengusung tema “DPR RI Berdampak: Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif”.

Puan menjelaskan tema tersebut menekankan hasil kerja yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. DPR ingin fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan menghasilkan kebijakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan rakyat.

“Tema ini menegaskan kerja DPR RI yang diarahkan pada hasil dan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Puan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB