Polisi Gagalkan Pengiriman 2,3 Kg Emas Ilegal dari Jambi ke Sumut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi lahan kebun Koperasi Tanjung Bungo di Desa Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, yang rusak akibat ulah pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI).

Kondisi lahan kebun Koperasi Tanjung Bungo di Desa Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, yang rusak akibat ulah pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI).

Bungo, APGtimes.com — Polisi menggagalkan pengiriman 2,3 kilogram emas ilegal hasil penambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Polisi menemukan delapan batang emas di dalam mobil di Jalan Lintas Sumatera I pada Kamis (21/5/2026).

Tim Satreskrim Polres Bungo menghentikan mobil tersebut setelah mencurigai nomor polisi kendaraan yang sudah berganti. Polisi kemudian memeriksa kendaraan dan menemukan emas yang tersimpan di dalam mobil.

Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino mengatakan polisi mengamankan tiga pelaku dalam kasus tersebut. Polisi juga menyita delapan batang emas yang diduga berasal dari aktivitas PETI di sejumlah wilayah Bungo.

“Barang bukti emas ini rencananya dikirim ke Sumatera Utara. Kami amankan dari tiga orang pelaku dalam bentuk delapan batang,” kata Zamri, Senin (25/5/2026).

Menurut Zamri, jaringan perdagangan emas ilegal di Bungo sudah beroperasi cukup lama. Jaringan tersebut melibatkan penambang, pengepul, kurir, hingga pembeli lintas daerah.

Baca Juga :  Kerinci Gelap di Tengah Surplus Listrik, Warga Murka: Untuk Siapa PLTA 350 Megawatt?

Polisi juga menemukan sejumlah titik rawan PETI di Kabupaten Bungo. Aktivitas tambang ilegal tersebar di kawasan Bukit Jumu’ah dan Sungai Patah di Kecamatan Bathin III Ulu.

Selain itu, pelaku PETI juga beroperasi di Sungai Air Hitam, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, serta Sungai Belo di Kecamatan Bungo Dani.

Aktivitas tambang ilegal lainnya muncul di kawasan Gunung Gading, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, dan sepanjang Sungai Limbur di Kecamatan Bathin II Babeko.

Para penambang biasanya menjual emas mentah kepada pengepul lokal. Setelah itu, pengepul melebur emas lalu mencetaknya menjadi batang kecil agar lebih mudah menyembunyikan dan mengangkutnya keluar daerah.

Kurir kemudian membawa emas memakai mobil pribadi atau kendaraan travel menuju luar Provinsi Jambi. Sumatera Utara menjadi salah satu tujuan utama pengiriman emas ilegal selain Riau dan Sumatera Barat.

Baca Juga :  Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut

Dalam kasus terbaru, polisi menemukan emas yang terbungkus plastik putih dan lapisan plastik hitam. Polisi menilai jaringan perdagangan emas ilegal sering memakai pola penyamaran tersebut.

Polres Bungo mencatat praktik perdagangan emas ilegal terus berulang dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, polisi menggagalkan pengiriman lebih dari 1,5 kilogram emas ilegal.

Setahun kemudian, polisi menggerebek gudang penyimpanan emas mentah dan peralatan PETI. Polisi juga membongkar jaringan penjualan emas ilegal berbasis pemesanan daring pada 2024.

Memasuki 2025, aparat melakukan penindakan besar-besaran di kawasan Sungai Belo. Kini pada 2026, polisi kembali membongkar pengiriman 2,3 kilogram emas ilegal dan terus mengembangkan kasus tersebut.

Kapolres Bungo menegaskan polisi masih menelusuri asal emas dan aktor utama di balik pengiriman tersebut.

“Yang jelas, kami kembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” ujar Zamri. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajari Jambi Berganti Lagi, Baru Sebulan Romi Arizyanto Dipindah ke Kejati
33 Motor Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Usai Pawai HUT RI, Ada yang Tanpa Pelat
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan
8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda
Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga
Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen
Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat
Kabar Duka dari PT Tren Gen Horizon, Ibu Asmeri Binti Abdullah Tutup Usia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Kajari Jambi Berganti Lagi, Baru Sebulan Romi Arizyanto Dipindah ke Kejati

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

33 Motor Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Usai Pawai HUT RI, Ada yang Tanpa Pelat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:09 WIB

8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB