Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UNP, Krismadinata, mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua mahasiswa, untuk tidak lagi merasa cemas maupun berspekulasi negatif mengenai keamanan di area kampus Air Tawar, Padang.(Rahmat Panji (Kompas.com))

Rektor UNP, Krismadinata, mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua mahasiswa, untuk tidak lagi merasa cemas maupun berspekulasi negatif mengenai keamanan di area kampus Air Tawar, Padang.(Rahmat Panji (Kompas.com))

Padang, APGtimes.com — Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Krismadinata langsung mengambil langkah cepat setelah insiden peluru nyasar melukai seorang mahasiswi dan seorang warga di kawasan kampus pada Selasa (2/6/2026). Pihak kampus segera berkoordinasi dengan kementerian, aparat keamanan, dan sejumlah instansi terkait untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan.

Krismadinata mengatakan pihaknya langsung mengirim laporan resmi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sesaat setelah kejadian terjadi.

Menurutnya, Menteri Pendidikan Tinggi langsung merespons laporan tersebut dan menjalin komunikasi dengan Panglima TNI guna mempercepat proses penanganan.

Selain itu, UNP juga menghubungi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) untuk memastikan seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.

“Kami menerima pesan yang sangat jelas bahwa kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” kata Krismadinata.

UNP Bangun Posko Koordinasi Sejak Hari Pertama

Tidak hanya berkoordinasi di tingkat pusat, pihak rektorat juga membentuk posko koordinasi di daerah pada hari yang sama. Langkah ini bertujuan mempercepat komunikasi dan penanganan kasus di lapangan.

Baca Juga :  Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

UNP menghubungi Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), Polsek Padang Utara, Komandan Batalyon, hingga Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.

Krismadinata menilai langkah tersebut berhasil mempercepat proses penyelidikan sekaligus menekan berbagai spekulasi yang sempat berkembang di media sosial.

Ia juga mendorong seluruh pihak terkait untuk membuka hasil investigasi secara transparan kepada masyarakat.

Kodam XX/TIB Pastikan Peluru Berasal dari Munisi Latihan

Sementara itu, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengumumkan hasil investigasi awal terkait insiden tersebut. Tim gabungan menyimpulkan bahwa proyektil yang ditemukan pada korban identik dengan munisi yang digunakan personel Yonif TP 897/Singgalang saat menjalani latihan.

Kapendam XX/TIB Letnan Kolonel Kav Taufiq menjelaskan tim investigasi melakukan serangkaian pemeriksaan selama dua hari. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, dan menguji proyektil melalui laboratorium forensik persenjataan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan proyektil tersebut memiliki kaliber 9 milimeter dan sangat identik dengan munisi latihan yang digunakan dalam kegiatan Yonif TP 897/Singgalang.

Libatkan Ahli Persenjataan dan Purnawirawan TNI

Dalam proses penyelidikan, Kodam XX/TIB melibatkan berbagai pihak yang memiliki keahlian di bidang persenjataan dan amunisi. Tim investigasi bekerja sama dengan Pusat Peralatan (Puspalat) serta sejumlah purnawirawan TNI yang berpengalaman dalam analisis balistik.

Baca Juga :  Beasiswa Pro Jambi Cerdas 2026 Tarik Minat 1.397 Mahasiswa

Dari hasil pemeriksaan fisik proyektil, tim menemukan bahwa peluru berasal dari senjata pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter. Senjata tersebut menjadi salah satu alat yang digunakan dalam latihan selain senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter.

Kodam XX/TIB memastikan tidak ada aktivitas penggunaan senjata lain di sekitar lokasi saat insiden terjadi. Dengan temuan tersebut, tim menyatakan proses identifikasi asal-usul proyektil telah selesai.

Investigasi Lanjutan Terus Berjalan

Meski berhasil mengidentifikasi jenis munisi yang digunakan, aparat terkait masih melanjutkan investigasi untuk mengetahui secara rinci bagaimana proyektil tersebut dapat mencapai kawasan kampus dan melukai korban.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena lokasi kejadian berada di lingkungan pendidikan. Banyak pihak berharap investigasi berjalan terbuka dan menghasilkan langkah konkret agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan
8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda
Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga
Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen
Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat
Kabar Duka dari PT Tren Gen Horizon, Ibu Asmeri Binti Abdullah Tutup Usia
Polda Jambi Pecat 5 Polisi Terkait Kasus Meninggalnya Brigadir Eko
Drone Terbang di Geopark Merangin, Penambang Emas Ilegal Langsung Kabur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:09 WIB

8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:09 WIB