Padang, APGtimes.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kabar baik dari Bentang Alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Dua anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang muncul pada September 2025 kini tumbuh sehat di habitat alaminya.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan tim terus memantau perkembangan kedua harimau tersebut.
Menurutnya, setiap anak harimau yang mampu bertahan hidup di alam liar menjadi harapan baru bagi masa depan konservasi satwa langka di Indonesia.
Populasi Harimau Masih Berkembang
Satyawan menjelaskan kedua anak harimau kini memasuki fase remaja. Kondisi itu menunjukkan proses reproduksi harimau sumatera masih berlangsung secara alami.
Selain itu, temuan tersebut membuktikan ekosistem di Bentang Alam Kerinci Seblat masih mampu mendukung kelangsungan hidup satwa dilindungi.
Ia menambahkan kamera jebak juga memperlihatkan populasi harimau sumatera masih memiliki peluang berkembang jika habitatnya tetap terjaga.
Tim Konservasi Terus Memantau
Tim konservasi memasang kamera jebak di sejumlah titik strategis kawasan hutan. Selanjutnya, petugas memantau setiap pergerakan harimau tanpa mengganggu aktivitas alaminya.
Petugas dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Hutan Harimau dalam menjalankan pemantauan tersebut.
Kolaborasi itu membantu tim mengumpulkan data penting mengenai perkembangan populasi harimau sumatera.
Ancaman Masih Perlu Diwaspadai
Meski hasil pemantauan menunjukkan perkembangan positif, harimau sumatera masih menghadapi berbagai ancaman.
Kerusakan habitat, perburuan liar, dan gangguan kawasan hutan masih mengancam kelangsungan hidup satwa tersebut.
Karena itu, Kementerian Kehutanan terus memperkuat program pemantauan jangka panjang. Pemerintah juga mengajak masyarakat dan berbagai pihak menjaga habitat harimau sumatera agar populasinya terus meningkat di alam liar. (aw*)









