Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantauan kamera jebak Kemenhut memperlihatkan dua ekor anak harimau sumatera bersama induknya di Bentang Alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat pada 2026.(Kemenhut)

Pantauan kamera jebak Kemenhut memperlihatkan dua ekor anak harimau sumatera bersama induknya di Bentang Alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat pada 2026.(Kemenhut)

Padang, APGtimes.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kabar baik dari Bentang Alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Dua anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang muncul pada September 2025 kini tumbuh sehat di habitat alaminya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan tim terus memantau perkembangan kedua harimau tersebut.

Menurutnya, setiap anak harimau yang mampu bertahan hidup di alam liar menjadi harapan baru bagi masa depan konservasi satwa langka di Indonesia.

Populasi Harimau Masih Berkembang

Satyawan menjelaskan kedua anak harimau kini memasuki fase remaja. Kondisi itu menunjukkan proses reproduksi harimau sumatera masih berlangsung secara alami.

Baca Juga :  INACA Desak Kenaikan Tarif Tiket Pesawat, Harga Avtur dan Dolar Jadi Pemicu

Selain itu, temuan tersebut membuktikan ekosistem di Bentang Alam Kerinci Seblat masih mampu mendukung kelangsungan hidup satwa dilindungi.

Ia menambahkan kamera jebak juga memperlihatkan populasi harimau sumatera masih memiliki peluang berkembang jika habitatnya tetap terjaga.

Tim Konservasi Terus Memantau

Tim konservasi memasang kamera jebak di sejumlah titik strategis kawasan hutan. Selanjutnya, petugas memantau setiap pergerakan harimau tanpa mengganggu aktivitas alaminya.

Petugas dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Hutan Harimau dalam menjalankan pemantauan tersebut.

Baca Juga :  BGN Tegaskan MBG Tak Habiskan Anggaran Negara, Program Pemerintah Lain Tetap Berjalan

Kolaborasi itu membantu tim mengumpulkan data penting mengenai perkembangan populasi harimau sumatera.

Ancaman Masih Perlu Diwaspadai

Meski hasil pemantauan menunjukkan perkembangan positif, harimau sumatera masih menghadapi berbagai ancaman.

Kerusakan habitat, perburuan liar, dan gangguan kawasan hutan masih mengancam kelangsungan hidup satwa tersebut.

Karena itu, Kementerian Kehutanan terus memperkuat program pemantauan jangka panjang. Pemerintah juga mengajak masyarakat dan berbagai pihak menjaga habitat harimau sumatera agar populasinya terus meningkat di alam liar. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:09 WIB

CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB