Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengevaluasi program internship dokter setelah enam dokter magang meninggal dunia sepanjang 2026. Evaluasi tersebut bertujuan memperkuat perlindungan peserta sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan program.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengatakan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap setiap kasus yang terjadi.
“Kami memberikan perhatian khusus dan serius pada setiap kasus. Semua temuan menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Yuli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Kemenkes Audit Seluruh Kasus
Kemenkes membentuk tim gabungan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI), dan kolegium psikiatri. Tim tersebut melakukan audit medis serta investigasi pada seluruh kasus kematian dokter magang.
Hasil investigasi menunjukkan lima dokter magang meninggal akibat penyakit yang mereka derita. Selain itu, tim menemukan satu kasus yang berkaitan dengan beban kerja karena dokter magang bekerja melebihi batas waktu atau overtime.
Yuli menegaskan mayoritas program internship telah berjalan sesuai aturan. Namun, Kemenkes tetap memperbaiki sistem pengawasan agar program berjalan lebih baik.
Enam Kasus Terjadi di Berbagai Daerah
Kasus pertama menimpa dokter magang berinisial AMW di Cianjur, Jawa Barat. Dokter tersebut meninggal akibat komplikasi campak yang menyerang jantung dan otak.
Selanjutnya, dokter berinisial KAP meninggal di Rembang, Jawa Tengah, setelah mengalami anemia berat dan penurunan daya tahan tubuh.
Di Denpasar, Bali, dokter magang berinisial EBH meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) dengan komplikasi dengue shock syndrome.
Kemudian, dokter berinisial MAZ meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Sebelumnya, MAZ bertugas di Kuala Tungkal, Jambi. Kasus itu menjadi sorotan karena korban sempat bekerja selama tiga bulan tanpa hari libur.
Berikutnya, dokter magang berinisial MZD meninggal di Kota Metro, Lampung.
Sementara itu, kasus terbaru menimpa dokter magang berinisial SZM di Jakarta Selatan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.
Pengawasan Program Akan Diperkuat
Kemenkes memastikan evaluasi tidak berhenti pada proses investigasi. Kementerian juga memperkuat pengawasan terhadap jam kerja, kondisi kesehatan, serta kesehatan mental seluruh dokter magang.
Selain itu, Kemenkes terus berkoordinasi dengan berbagai organisasi profesi agar program internship berjalan lebih aman. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mencegah kasus serupa dan meningkatkan perlindungan bagi dokter muda di seluruh Indonesia. (de*)









