Riset Harvard: AI Mulai Geser Pekerjaan Repetitif, Skill Ini Makin Dicari Perusahaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilsutrasi AI bantu coding.(Ist)

Ilsutrasi AI bantu coding.(Ist)

Jakarta, APGtimes.com — Penelitian terbaru dari Harvard Business School mengungkap perubahan besar di pasar tenaga kerja sejak kemunculan teknologi AI generatif seperti ChatGPT.

Riset berjudul “Displacement or Complementarity? The Labor Market Impact of Generative AI” menunjukkan lowongan pekerjaan untuk tugas repetitif dan terstruktur turun hingga 13 persen setelah peluncuran ChatGPT pada November 2022.

Sebaliknya, perusahaan justru meningkatkan permintaan terhadap pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitis, teknis, dan kreatif hingga 20 persen.

Penelitian Analisis Ribuan Profesi

Profesor Suraj Srinivasan bersama Wilbur Xinyuan Chen dan Saleh Zakerinia menyusun penelitian tersebut dengan menganalisis data lowongan kerja di Amerika Serikat dari 2019 hingga Maret 2025.

Tim peneliti mengkaji lebih dari 19.000 tugas pekerjaan di lebih dari 900 profesi.

Penurunan lowongan kerja paling besar terjadi di sektor keuangan dan teknologi. Namun, AI generatif juga menciptakan kebutuhan baru untuk pekerjaan yang bisa berjalan berdampingan dengan teknologi AI.

Baca Juga :  ESET Temukan 28 Aplikasi Palsu di Google Play, Sudah Diunduh 7,3 Juta Kali

Kolaborasi Manusia dan AI Jadi Kunci

Penelitian itu menunjukkan profesi seperti mikrobiolog, analis keuangan, dan neuropsikolog klinis memiliki peluang besar untuk berkembang bersama AI.

Dalam sektor keuangan, analis dan manajer investasi kini memakai alat berbasis AI untuk mengolah data pasar. Meski begitu, manusia tetap memegang keputusan akhir dan melakukan penilaian situasional.

Sementara itu, perusahaan mulai mengurangi kebutuhan keterampilan pada pekerjaan yang rentan otomatisasi hingga 7 persen.

Di sisi lain, perusahaan justru mencari keterampilan baru untuk pekerjaan yang bisa diperkuat AI.

Skill Baru yang Makin Dicari Perusahaan

Penelitian Harvard mencatat sejumlah kemampuan baru yang semakin dicari perusahaan di era AI generatif.

Kemampuan tersebut meliputi prompt writing atau kemampuan menulis instruksi untuk AI, literasi AI, kolaborasi manusia dan AI, serta penguasaan aplikasi AI sesuai bidang pekerjaan.

Baca Juga :  Tagihan Listrik Bisa Naik, Ini 7 Peralatan Dapur yang Wajib Dicabut

Perusahaan juga semakin membutuhkan kemampuan penilaian situasional dan komunikasi interpersonal karena AI belum mampu menggantikan kemampuan tersebut.

Harvard Sarankan Perusahaan Tingkatkan Pelatihan AI

Profesor Srinivasan menyarankan perusahaan untuk berinvestasi dalam pelatihan ulang bagi pekerja yang rentan tergantikan otomatisasi.

Menurutnya, perusahaan perlu membantu karyawan meningkatkan kemampuan yang sulit digantikan AI, seperti komunikasi interpersonal dan pengambilan keputusan kompleks.

Ia juga meminta perusahaan memandang AI generatif sebagai alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan hanya sebagai alat penghemat biaya.

Meski demikian, Srinivasan menegaskan penelitian tersebut masih berfokus pada dampak jangka pendek di pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Dampak jangka panjang AI di berbagai negara masih terus berkembang dan belum bisa dipastikan sepenuhnya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta Rilis Fitur Instants di Instagram, Pengguna Bisa Upload Foto Sekali Jepret
Studi UC Berkeley Ungkap AI Bikin Nilai Mahasiswa Naik, tapi Skill Menurun
ESET Temukan 28 Aplikasi Palsu di Google Play, Sudah Diunduh 7,3 Juta Kali
OpenAI Disebut Siapkan Ponsel AI, Produksi Massal Diprediksi Mulai 2027
Samsung Galaxy A27 Bocor, Kini Pakai Snapdragon dan Layar 120Hz
Samsung Luncurkan TV Micro RGB dengan Vision AI di Indonesia
Perbedaan Chromebook dan Laptop Windows, Simak Sebelum Membeli
AI Picu Gelombang PHK, Bos OpenAI Tegaskan ChatGPT Tak Akan Gantikan Manusia
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:07 WIB

Meta Rilis Fitur Instants di Instagram, Pengguna Bisa Upload Foto Sekali Jepret

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:09 WIB

Studi UC Berkeley Ungkap AI Bikin Nilai Mahasiswa Naik, tapi Skill Menurun

Senin, 18 Mei 2026 - 13:09 WIB

Riset Harvard: AI Mulai Geser Pekerjaan Repetitif, Skill Ini Makin Dicari Perusahaan

Senin, 18 Mei 2026 - 11:05 WIB

ESET Temukan 28 Aplikasi Palsu di Google Play, Sudah Diunduh 7,3 Juta Kali

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:09 WIB

OpenAI Disebut Siapkan Ponsel AI, Produksi Massal Diprediksi Mulai 2027

Berita Terbaru