PHK di Berbagai Industri dalam 3 Bulan ke Depan, Ini Sektor Paling Rentan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pekerja sektor industri (Foto: AI)

Para pekerja sektor industri (Foto: AI)

Jakarta, APGtimes.comPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesiaia (KSPI) sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan adanya potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri dalam tiga bulan ke depan.

Ia menyampaikan laporan tersebut berdasarkan data dari anggota KSPI di berbagai perusahaan, terutama sektor yang terdampak kenaikan harga bahan baku impor dan melemahnya permintaan pasar domestik, Senin (4/5).

Said Iqbal menegaskan bahwa industri tekstil menjadi salah satu sektor yang paling rentan. Industri ini mencakup produksi benang, kapas, kain, polyester, dan produk turunannya yang kini tertekan oleh biaya produksi tinggi dan pasar yang melemah.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas

Selain tekstil, industri plastik juga menghadapi tekanan berat. Kenaikan harga bahan baku impor seperti polimer dan petrokimia membuat biaya produksi meningkat tajam. Perusahaan harus membeli bahan baku dalam dolar AS, sementara penjualan dilakukan dalam rupiah, sehingga nilai tukar yang melemah memperbesar kerugian.

Said Iqbal menjelaskan bahwa kondisi ini tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga menekan daya beli masyarakat. Ia mencontohkan penggunaan plastik di pasar yang mulai berkurang karena harga yang meningkat hingga sekitar 50 persen.

Dampak lanjutan juga merambat ke industri elektronik dan otomotif. Banyak komponen elektronik dan kendaraan masih bergantung pada bahan plastik, sehingga kenaikan harga bahan baku berpotensi memicu efisiensi tenaga kerja di sektor tersebut.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Ekonomi Harus Berjalan Seiring Politik, Budaya, dan Agama

“Jika biaya produksi terus naik, risiko PHK akan meningkat di industri elektronik dan otomotif,” kata Said Iqbal.

Selain itu, industri semen juga menghadapi masalah serius akibat kondisi oversupply. Menurut Said Iqbal, kapasitas produksi nasional sudah melebihi kebutuhan pasar, tetapi izin pembangunan pabrik baru masih terus berjalan.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat memicu persaingan tidak sehat dan berujung pada efisiensi tenaga kerja. (ap/*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya
Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Prabowo, Pekan Depan Bisa ke Rp17.700
Bank Danamon Ungkap Kunci Ekonomi RI Tembus 6 Persen: Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2,71 Juta
Harga BBM Pertamina Hari Ini 10 Agustus 2026, Pertamax dan Pertalite Segini
BPS Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Dipakai untuk Tarik Pajak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Prabowo, Pekan Depan Bisa ke Rp17.700

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Bank Danamon Ungkap Kunci Ekonomi RI Tembus 6 Persen: Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2,71 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB