11 Mitra SPPG Laporkan Yayasan MBG di Jambi, Dugaan Pemalsuan Dokumen Diselidiki

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)

Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)

Jambi, APGtimes.com — Sebanyak 11 mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melaporkan tiga yayasan pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jambi ke Polda Jambi. Para pelapor menduga pengurus yayasan memalsukan dokumen dan tanda tangan mitra dalam proses administrasi ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Kuasa hukum para mitra, Ramos Hutabarat, mengatakan laporan tersebut menyasar Yayasan Nuansa Mitra Sejati dan dua yayasan lain yang berada dalam pengelolaan satu keluarga.

Menurut Ramos, pengurus yayasan mengubah isi dokumen yang memuat tanda tangan para mitra sebelum mengunggahnya ke sistem BGN.

“Tanda tangan klien kami sebagai pemilik dapur atau mitra SPPG dipalsukan, dan dokumen yang diunggah ke Badan Gizi Nasional juga diubah,” kata Ramos, Jumat (12/6/2026).

Mitra Persoalkan Status Kepemilikan Dapur SPPG

Ramos menjelaskan dokumen yang masuk ke BGN menempatkan yayasan sebagai pemilik penuh dapur SPPG beserta seluruh fasilitas pendukungnya.

Padahal, menurut para mitra, mereka menyediakan bangunan dan berbagai sarana operasional dapur secara mandiri.

“Yayasan mengklaim seluruh fasilitas dapur SPPG sebagai milik yayasan. Faktanya, fasilitas tersebut milik mitra dapur,” ujarnya.

Baca Juga :  Resmi! Lima Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031 Telah Ditetapkan

Ramos mengatakan 11 dapur SPPG yang mengajukan laporan berada di bawah tiga yayasan yang masih memiliki hubungan keluarga.

Ia menyebut seorang perwira polisi aktif berinisial P memimpin salah satu yayasan. Sementara anggota keluarganya mengelola yayasan lainnya.

Menurut Ramos, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan mitra karena pengurus yayasan berasal dari satu keluarga.

Ia juga menilai dugaan perubahan dokumen berdampak pada proses pencairan dana operasional dari BGN.

Ramos mengaku para mitra kesulitan memperoleh informasi yang jelas terkait penggunaan dan pencairan dana tersebut.

Yayasan Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

Ketua Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Novi, membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan para mitra.

Novi menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penipuan maupun manipulasi dokumen.

“Mereka adalah investor saya. Dalam mekanisme BGN, yayasan menerima SPK dari BGN lalu yayasan meneruskan SPK kepada mitra,” kata Novi.

Menurut Novi, petunjuk teknis BGN memberikan tugas kepada yayasan untuk mengelola operasional SPPG. Tugas tersebut mencakup penerimaan dana, perekrutan karyawan, dan kerja sama dengan pemasok bahan makanan.

Baca Juga :  BGN Buka Suara soal Anggaran MBG 2027, Pilih Fokus Benahi Tata Kelola Program

Sementara itu, para mitra berperan sebagai pemilik fasilitas dapur.

Novi mengaku tidak mengetahui dugaan pemalsuan tanda tangan yang kini menjadi laporan polisi.

Ia menjelaskan tim administrasi yayasan menangani seluruh proses dokumen dan berkas administrasi.

“Itu dikerjakan oleh tim administrasi kami. Saya fokus pada pengelolaan makanan dan pemenuhan gizi anak,” ujarnya.

Polda Jambi Mulai Lakukan Penyelidikan

Novi juga menegaskan tiga yayasan tersebut tidak memiliki hubungan dengan institusi Polri.

Ia mengaku mengelola yayasan secara mandiri bersama suami dan anaknya.

Meski demikian, Novi tidak membantah bahwa suaminya masih berstatus anggota polisi aktif.

Menurut Novi, saat ini tiga yayasan tersebut mengelola 22 dapur SPPG di Jambi.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan adanya laporan tersebut.

Erlan mengatakan penyidik telah memulai proses penanganan perkara.

“Saat ini perkara masih berproses pada tahap penyelidikan,” kata Erlan. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajari Jambi Berganti Lagi, Baru Sebulan Romi Arizyanto Dipindah ke Kejati
33 Motor Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Usai Pawai HUT RI, Ada yang Tanpa Pelat
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan
8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda
Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga
Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen
Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat
Kabar Duka dari PT Tren Gen Horizon, Ibu Asmeri Binti Abdullah Tutup Usia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Kajari Jambi Berganti Lagi, Baru Sebulan Romi Arizyanto Dipindah ke Kejati

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

33 Motor Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Usai Pawai HUT RI, Ada yang Tanpa Pelat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:09 WIB

8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB