13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Mundur Usai Pelantikan, Ada Apa?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kelapa sekolah mrngundurkan diri

ilustrasi kelapa sekolah mrngundurkan diri

Muaro Jambi, albrita.com — Sebanyak 13 kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi memilih melepas jabatan mereka hanya beberapa hari setelah pemerintah daerah melantik ratusan kepsek baru.

Fenomena tersebut langsung memicu perhatian publik karena terjadi secara bersamaan di tengah rotasi besar-besaran dunia pendidikan.

Kepsek Pilih Kembali Jadi Guru

Beberapa kepala sekolah yang mundur mengaku lebih memilih kembali mengajar dibanding menjalani tugas di lokasi baru.

Mereka menilai penempatan baru terlalu jauh dan sulit dijangkau dari tempat tinggal masing-masing.

Salah satu kepala sekolah, Rasyidi, mengaku harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai sekolah tempat tugas barunya.

Baca Juga :  Polresta Jambi Gagalkan Pengiriman 47.872 Benih Lobster Ilegal, Dua Kurir Ditangkap

Dia mengatakan perjalanan menuju sekolah memakan waktu berjam-jam dan harus menyeberang menggunakan perahu ketek.

Dinas Pendidikan Akui Ada Pengunduran Diri

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi Hendri membenarkan adanya pengunduran diri tersebut.

Menurut Hendri, selain faktor jarak, beberapa kepala sekolah juga mempertimbangkan kondisi kesehatan dan masa pensiun.

“Untuk alasan bermacam-macam, ada yang karena lokasi penempatan terlalu jauh, faktor kesehatan, dan ada juga yang sudah mendekati masa pensiun,” ujarnya.

Penempatan Kepsek Jadi Sorotan

Sejumlah kepala sekolah juga mengeluhkan minimnya penjelasan terkait mekanisme penempatan.

Baca Juga :  Kabar Baik! Pemprov Jambi Buka 500 Kuota Beasiswa S1, Mahasiswa Dapat Rp12 Juta

Mereka mengaku baru mengetahui lokasi tugas setelah proses pelantikan selesai.

Kondisi itu kemudian memicu pertanyaan dari masyarakat mengenai pola mutasi dan penempatan kepala sekolah di Muaro Jambi.

Isu Setoran Ikut Mencuat

Di tengah polemik tersebut, masyarakat mulai membicarakan dugaan adanya praktik setoran agar kepala sekolah tetap bertugas di sekolah tertentu.

Namun, hingga kini belum ada bukti maupun penjelasan resmi terkait isu tersebut.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Muaro Jambi juga belum mengumumkan langkah lanjutan untuk mengisi posisi kepala sekolah yang kosong akibat pengunduran diri massal tersebut. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama
Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000
Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi
Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Serahkan KTP Pemula kepada Siswa SMA, Pelayanan Disdukcapil Dipuji Warga
Didampingi Disdukcapil, Wali Kota Alfin Bantu Korban Kebakaran Pulihkan Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Kota Sungai Penuh Musnahkan 20 Ribu KTP Elektronik Rusak, Cegah Penyalahgunaan Data
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB

Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal

Senin, 8 Juni 2026 - 11:09 WIB

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:16 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin Serahkan KTP Pemula kepada Siswa SMA, Pelayanan Disdukcapil Dipuji Warga

Berita Terbaru

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Menguat ke Rp17.942 per Dollar AS, IHSG Melonjak 1,79 Persen

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:09 WIB