Iran Murka di Piala Dunia 2026, Sebut Turnamen Tinggalkan Catatan Kelam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemain timnas Iran berpose untuk foto grup sebelum pertandingan Grup G antara Iran dan Selandia Baru di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 15 Juni 2026.(XinHua/Bai Xuefei)

Para pemain timnas Iran berpose untuk foto grup sebelum pertandingan Grup G antara Iran dan Selandia Baru di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 15 Juni 2026.(XinHua/Bai Xuefei)

Tijuana, APGtimes.com – Federasi Sepak Bola Iran melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeyni, bahkan menyebut situasi yang dialami timnya sebagai salah satu titik gelap dalam sejarah turnamen sepak bola dunia.

Mombeyni menyampaikan pernyataan tersebut di pusat latihan tim nasional Iran di Tijuana, Meksiko, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu muncul sehari setelah federasi sepak bola Iran mengumumkan rencana pengajuan komplain resmi kepada FIFA.

Iran menilai kebijakan perjalanan yang berlaku menjelang laga melawan Belgia telah mengganggu persiapan tim.

Iran Protes Aturan Perjalanan

Polemik bermula ketika Iran meminta izin terbang ke Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026).

Federasi Sepak Bola Iran mengajukan permohonan tersebut karena pertandingan berlangsung pada siang hari sehingga pemain membutuhkan waktu adaptasi yang lebih panjang.

Namun, penyelenggara menolak permintaan tersebut.

Sebaliknya, Belgia memperoleh izin untuk terbang ke California dua hari sebelum pertandingan.

Perbedaan keputusan itu memicu kekecewaan dari kubu Iran.

Baca Juga :  Tangis Gabriel Usai Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Schmeichel Sebut Pemain Terbaik di Lapangan

Mereka menilai penyelenggara tidak menerapkan aturan secara konsisten kepada seluruh peserta.

Mombeyni Kritik Penyelenggara

Mombeyni menegaskan bahwa semua pihak harus menjalankan regulasi FIFA secara adil.

Menurutnya, penyelenggara seharusnya memahami aturan turnamen sebelum kompetisi dimulai.

Ia juga mempertanyakan kesiapan pihak yang mengelola pertandingan apabila masih menimbulkan persoalan mendasar seperti aturan perjalanan tim.

Karena itu, Mombeyni meminta FIFA mengambil langkah untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta.

Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga dapat merusak citra Piala Dunia.

Aturan FIFA Jadi Perdebatan

FIFA mengatur bahwa tim peserta harus menuju lokasi pertandingan satu hari sebelum laga berlangsung.

Namun, regulasi yang sama juga memberikan ruang bagi tim untuk melakukan perjalanan lebih awal dalam kondisi tertentu.

Iran menganggap situasi yang mereka hadapi memenuhi kriteria tersebut.

Meski demikian, penyelenggara tetap mempertahankan keputusan mereka.

Akibatnya, perdebatan mengenai penerapan aturan terus berkembang menjelang pertandingan Iran melawan Belgia.

Amerika Serikat Bantah Tuduhan Iran

Pemerintah Amerika Serikat langsung merespons tudingan yang dilontarkan Iran.

Baca Juga :  Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan bahwa pihaknya telah menjelaskan aturan perjalanan kepada Iran sejak awal.

Menurut Giuliani, tim nasional Iran hanya dapat memasuki Amerika Serikat satu hari sebelum pertandingan.

Ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara telah menyampaikan ketentuan tersebut jauh sebelum turnamen dimulai.

Dengan penjelasan itu, pemerintah Amerika Serikat menolak tuduhan bahwa mereka memberikan perlakuan berbeda kepada Iran.

Piala Dunia 2026 Hadapi Sorotan Internasional

Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan tersendiri karena Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi tuan rumah bersama.

Selain itu, turnamen ini juga mempertemukan negara tuan rumah dengan peserta yang memiliki hubungan politik sensitif.

Kondisi tersebut membuat berbagai keputusan penyelenggara mendapat perhatian luas dari publik internasional.

Sementara itu, Iran terus menyiapkan komplain resmi yang akan mereka kirimkan kepada FIFA.

Federasi Sepak Bola Iran berharap FIFA segera meninjau persoalan tersebut dan memastikan seluruh peserta memperoleh perlakuan yang setara sepanjang turnamen berlangsung. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tersingkir dari Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Singgung Timnas Indonesia
Como 1907 Bisa Jadi Kejutan Lagi di Musim 2026-2027, Jurnalis Italia Bilang Begini
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Ditahan Singapura 1-1
Erick Thohir Dukung Proposal FIFA, PSSI Berpeluang Dapat Dana Pengembangan Lebih Besar
Indonesia Pesta Gol! Kamboja Dibantai 5-1, Mitchell Baker Cetak Hat-trick
Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Ferran Torres Hancurkan Mimpi Argentina di Final
I.League Resmi Luncurkan League Cup, Simak Jadwal Lengkap Kompetisi Musim 2026-2027
Argentina Terancam Sanksi FIFA usai Bentangkan Spanduk Malvinas Setelah Kalahkan Inggris
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Tersingkir dari Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Singgung Timnas Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Como 1907 Bisa Jadi Kejutan Lagi di Musim 2026-2027, Jurnalis Italia Bilang Begini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Ditahan Singapura 1-1

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:09 WIB

Erick Thohir Dukung Proposal FIFA, PSSI Berpeluang Dapat Dana Pengembangan Lebih Besar

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:09 WIB

Indonesia Pesta Gol! Kamboja Dibantai 5-1, Mitchell Baker Cetak Hat-trick

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB