UEA Bantah Laporan Pencairan Dana Rp355 Triliun untuk Iran di Tengah Pembicaraan Damai

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Dubai, albrita.com — Pembicaraan untuk mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki fase baru setelah muncul laporan mengenai rencana pencairan dana miliaran dolar AS yang selama ini terkait dengan aset Iran di luar negeri.

Sejumlah diplomat mengungkapkan bahwa proses tersebut mencakup pelepasan pendapatan minyak Iran yang selama ini tersimpan di bank-bank asing akibat sanksi Amerika Serikat.

Laporan Reuters menyebut Uni Emirat Arab (UEA) menyetujui pencairan dana hingga 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp177,8 triliun.

Dua sumber regional mengatakan UEA telah menyalurkan tahap pertama sebesar 3 miliar dollar AS atau sekitar Rp53 triliun.

Selain itu, dua sumber lain yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut total dana yang terlibat bahkan mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp355 triliun.

Menurut sumber tersebut, para pihak mengaitkan pencairan dana itu dengan upaya menghentikan serangan Iran terhadap UEA.

UEA Bantah Transfer Dana ke Iran

Namun, Kementerian Luar Negeri UEA langsung membantah laporan mengenai pencairan dana tersebut.

Dalam pernyataannya, pemerintah UEA menegaskan tidak ada transfer maupun konversi dana Iran melalui sistem keuangan negara itu.

“Uni Emirat Arab dengan tegas membantah laporan yang beredar mengenai transfer atau konversi dana apa pun dari UEA ke Republik Islam Iran, termasuk klaim mengenai 3 miliar dollar AS,” tulis Kementerian Luar Negeri UEA.

Baca Juga :  Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Pemerintah UEA juga menegaskan bahwa tidak ada aset Iran yang keluar dari sistem perbankan mereka.

Selain itu, UEA meminta media internasional mengutamakan sumber resmi dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

UEA Fokus Redakan Ketegangan Kawasan

Meski membantah adanya transfer dana, seorang pejabat UEA mengakui negaranya terus mendorong upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, kebijakan luar negeri UEA berfokus pada pengurangan ketegangan dan pencegahan eskalasi konflik.

“Kebijakan luar negeri UEA dipandu oleh upaya untuk mengurangi eskalasi dan ketegangan di seluruh kawasan, sekaligus memajukan perdamaian dan stabilitas yang langgeng,” katanya.

Pejabat tersebut juga menyatakan UEA mendukung berbagai langkah diplomatik yang bertujuan melindungi masyarakat kawasan dari dampak konflik berkepanjangan.

AS Tegaskan Aset Iran Belum Langsung Cair

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan bahwa pemerintah tidak akan langsung mencairkan aset Iran setelah penandatanganan kesepakatan damai.

Menurut Vance, pemerintah AS menyusun mekanisme khusus agar manfaat ekonomi hanya mengalir kepada Teheran jika Iran memenuhi seluruh kewajibannya dalam kesepakatan tersebut.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan pencairan dana tersebut.

Baca Juga :  Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Reuters juga menyebut seluruh sumber yang membocorkan informasi itu meminta identitas mereka dirahasiakan karena sensitivitas isu yang sedang dibahas.

Iran dan UEA Bangun Hubungan Baru

Salah satu sumber menyebut kesepakatan tersebut dapat membuka jalan keluar bagi konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat tanpa memaksa salah satu pihak melanggar garis merah politik masing-masing.

Sumber lain mengatakan Iran siap menghentikan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap UEA sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas.

Selain itu, kedua negara juga berpeluang memperkuat kerja sama intelijen dan ekonomi apabila proses perdamaian berjalan sesuai rencana.

Menurut sumber tersebut, Iran bahkan telah menjalin komunikasi dengan sedikitnya dua negara Teluk lainnya untuk membahas skema kerja sama serupa.

Sumber pertama juga mengungkapkan para pejabat Garda Revolusi Iran mempercepat pembahasan setelah melakukan kunjungan ke Abu Dhabi pekan lalu.

Dalam kunjungan itu, mereka bertemu dengan Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional UEA sekaligus wakil penguasa Abu Dhabi.

Setelah pertemuan tersebut, pejabat UEA melanjutkan pembicaraan ke Teheran guna membahas rincian mekanisme yang menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru
Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan
Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional
NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026
Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan
Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras
Australia Belajar Toleransi dari Indonesia, Pejabat Negeri Kanguru Kunjungi Masjid Istiqlal
Australia Resmi Larang Penjualan Daun Kelor, Petani Protes dan Ajukan Banding ke Pemerintah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:09 WIB

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Senin, 20 Juli 2026 - 16:09 WIB

Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:09 WIB

NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:09 WIB

Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB