Pertamina Temukan Transaksi Anomali, Ratusan Kendaraan Langsung Diblokir

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana antrean soalr di jalan utama khatib sulaiman, Padang Utara Kota Padang, beberapa waktu lalu. Antrean ini menyebabkan gangguan bagi para pengendara yang melintas. Sumber foto Rio Johanes untuk Kompas.com(Rahmat Panji (Kompas.com))

Suasana antrean soalr di jalan utama khatib sulaiman, Padang Utara Kota Padang, beberapa waktu lalu. Antrean ini menyebabkan gangguan bagi para pengendara yang melintas. Sumber foto Rio Johanes untuk Kompas.com(Rahmat Panji (Kompas.com))

Padang, APGtimes.com — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memblokir ratusan nomor polisi kendaraan di Sumatera Barat (Sumbar) setelah menemukan transaksi anomali dan pemalsuan data dalam penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tetap tepat sasaran.

Pertamina Temukan Transaksi Anomali

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan Pertamina memblokir QR code kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan.

“Hingga saat ini, ratusan nomor polisi kendaraan telah kami blokir untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran,” ujar Fahrougi, Kamis (21/05).

Lonjakan Permintaan Picu Antrean Solar

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di Kota Padang, muncul akibat lonjakan permintaan Biosolar selama Mei 2026.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp3.950 per Liter

Menurut Pertamina, tingginya permintaan terjadi karena selisih harga antara BBM subsidi dan non-subsidi cukup besar.

Di lapangan, Pertamina juga menemukan dugaan pemalsuan data kendaraan.

“Saat ini terlihat potensi peralihan konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi akibat selisih harga yang cukup tinggi,” katanya.

Pasokan Biosolar Naik 20 Persen

Untuk mengurangi antrean panjang di SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan instansi terkait.

Sebagai langkah cepat, perusahaan menambah penyaluran Biosolar hingga 20 persen di atas rata-rata normal sejak 14 Mei 2026.

Baca Juga :  Daftar Harga LPG Terbaru Juni 2026, LPG 12 Kg di Jambi Rp230 Ribu per Tabung

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut meningkatkan penyaluran BBM hingga 20 persen di atas rata-rata normal guna menjaga ketersediaan energi di lapangan,” ujar Fahrougi.

SPBU Pelanggar Langsung Disanksi

Selain memblokir kendaraan, Pertamina juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah SPBU di Sumbar yang melanggar aturan penyaluran BBM subsidi.

Fahrougi menegaskan Pertamina tidak akan mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan BBM subsidi.

Sementara itu, Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengusut pelanggaran distribusi energi.

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama
Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000
Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi
Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Serahkan KTP Pemula kepada Siswa SMA, Pelayanan Disdukcapil Dipuji Warga
Didampingi Disdukcapil, Wali Kota Alfin Bantu Korban Kebakaran Pulihkan Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Kota Sungai Penuh Musnahkan 20 Ribu KTP Elektronik Rusak, Cegah Penyalahgunaan Data
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

Rektor UNP Bergerak Cepat Usai Peluru Nyasar, Kodam Ungkap Asal Munisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB

Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal

Senin, 8 Juni 2026 - 11:09 WIB

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk Cegah Karhutla Jelang Kemarau 2026

Berita Terbaru