Kabut Asap Karhutla Bikin Udara Palembang Berbahaya, PM2.5 Capai 398,7 Mikrogram

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kabut asap akibat karhutla yang menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Kondisi kabut asap akibat karhutla yang menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Palembang, APGtimes.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas udara berada pada level berbahaya.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 693,9 mikrogram per meter kubik sejak pukul 05.00 WIB.

Angka tersebut masih berada pada level berbahaya hingga pukul 11.00 WIB. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 398,7 mikrogram per meter kubik.

Warga Mulai Kesulitan Bernapas

Kabut asap tebal mulai mengganggu aktivitas warga Palembang. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih, sulit bernapas, hingga gangguan tidur.

Ade (40), warga Kecamatan Ilir Timur I, mengatakan asap masuk ke rumah meski seluruh ventilasi sudah tertutup.

Ia bahkan menyalakan AC dan kipas untuk mengurangi dampak asap. Namun, upaya tersebut belum banyak membantu.

“Tengah malam tadi parah sekali. Saya sudah lama tidak asma, tiba-tiba kambuh lagi,” kata Ade, Kamis.

Baca Juga :  Janji Jangan Tinggal Janji: Kerinci dan Sungai Penuh Menunggu Bukti dari Al Haris

Ade mengaku kembali mengonsumsi obat selama hampir sebulan akibat gangguan tersebut. Ia juga khawatir kondisi udara berdampak pada bayinya yang baru berusia tiga bulan.

Menurut Ade, asap biasanya semakin pekat pada malam hari. Kondisi itu membuat dirinya dan bayi kesulitan tidur.

Ia berharap pemerintah mempercepat penanganan karhutla agar asap tidak terus menyebar ke permukiman.

Mata Perih Saat Berkendara

Keluhan serupa datang dari Alwi (36), pekerja swasta di Palembang. Ia merasakan mata perih ketika berkendara menuju kantor.

Alwi biasanya berangkat sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, kabut asap membuat perjalanan dengan sepeda motor terasa lebih berat.

“Sampai berair mata ini, pekat sekali asapnya. Bahkan, di teras rumah abu sisa kebakaran itu beterbangan,” ujar Alwi.

Baca Juga :  Mutasi Polri 2026, Kombes Boy Siregar Tinggalkan Jabatan Kapolresta Jambi

Ia mengatakan kondisi tersebut tetap berlangsung ketika pulang kerja. Biasanya, asap mulai menipis menjelang siang. Namun, kondisi pada Kamis justru berbeda.

Menurut Alwi, asap tetap tebal sejak pagi hingga sore. Pada malam hari, kondisi kabut asap kembali memburuk.

Karhutla Terjadi di Empat Kabupaten

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih menghadapi karhutla.

Tim saat ini fokus melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar. Karhutla tercatat terjadi di Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Muara Enim.

“Untuk saat ini tim masih berupaya melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar,” kata Ferdian.

Kabut asap dari kebakaran tersebut kemudian memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Palembang. Pemerintah dan tim pemadam masih berupaya mengendalikan titik kebakaran agar asap tidak semakin meluas. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Bandara Jambi, Jarak Pandang Turun hingga 800 Meter
Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Bikin Udara Palembang Berbahaya, PM2.5 Capai 398,7 Mikrogram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Bandara Jambi, Jarak Pandang Turun hingga 800 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Berita Terbaru