Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Siak Afni Zulkifli menangis terisak saat bertemu guru dan siswa di Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (2/10/2026).(KOMPAS.COM/Dok. Pemkab Siak.)

Bupati Siak Afni Zulkifli menangis terisak saat bertemu guru dan siswa di Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (2/10/2026).(KOMPAS.COM/Dok. Pemkab Siak.)

Siak, APGtimes.com – Bupati Siak Afni Zulkifli menangis saat melihat langsung kondisi guru dan warga di Dusun Mungkal, wilayah 3T Kabupaten Siak, Riau, Jumat (2/10/2026).

Afni menemukan tiga keluarga guru tinggal bersama dalam satu rumah kayu yang sudah tidak layak. Kondisi itu menggambarkan beratnya perjuangan guru di pelosok Siak.

Keterbatasan listrik dan fasilitas dasar tidak menghentikan para guru mengajar anak-anak di wilayah tersebut. Mereka tetap menjalankan tugas meski jauh dari pusat pemerintahan.

“Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya,” kata Afni dengan suara bergetar.

Anak Sekolah Tempuh Perjalanan Hampir Dua Jam

Selain melihat kondisi rumah guru, Afni juga menyaksikan perjuangan anak-anak Dusun Mungkal menuju sekolah.

Para siswa membutuhkan waktu hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah. Mereka belum mendapat bus sekolah sehingga harus menumpang kendaraan yang tersedia.

Dalam kondisi tertentu, anak-anak bahkan berdiri di bak truk selama perjalanan. Pemandangan itu membuat Afni kembali menangis.

Baca Juga :  3 Kepala Sekolah Bersaksi di MK, Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Konsentrasi Siswa

“Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini. Pusat tak tahu kita menderita seperti ini,” ujar Afni.

Afni Baru Melihat Langsung Kondisi Warga

Afni mengatakan selama ini ia menerima persoalan masyarakat pelosok melalui laporan. Kunjungan ke Dusun Mungkal membuatnya melihat sendiri kondisi warga.

Menurut Afni, Pemkab Siak menghadapi tekanan anggaran akibat keterbatasan fiskal, warisan utang, dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan kebutuhan warga di wilayah 3T.

Karena itu, Pemkab Siak mulai mencari solusi bersama berbagai pihak.

Rumah Guru Mulai Dibangun

Pembangunan rumah guru yang lebih layak di Dusun Mungkal kini mulai berjalan. Sejumlah perusahaan ikut memberikan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga :  Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal

Bagi guru yang sudah mengabdi selama sekitar 10 tahun, pembangunan tersebut memberi harapan baru. Mereka tidak lagi harus tinggal bersama dalam rumah kayu yang serba terbatas.

Selain hunian guru, Afni menyoroti kebutuhan lain yang juga mendesak. Pemerintah perlu menghadirkan transportasi sekolah agar perjalanan siswa lebih aman dan nyaman.

Listrik dan MBG Jadi Perhatian

Afni juga meminta perhatian terhadap akses listrik di Dusun Mungkal. Fasilitas dasar tersebut menjadi kebutuhan penting bagi warga dan kegiatan pendidikan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga belum menjangkau wilayah 3T tersebut. Karena itu, pemerintah daerah perlu mencari solusi agar anak-anak di pelosok Siak memperoleh layanan yang sama.

Kondisi Dusun Mungkal menunjukkan masih ada tantangan besar dalam pemerataan layanan pendidikan dan fasilitas dasar. Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini berupaya memperbaiki kondisi tersebut secara bertahap. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana
PT Tren Gen Horizon Bagikan 100 Nasi Kotak dalam Program Jumat Berbagi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah

Berita Terbaru