Palembang, APGtimes.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas udara berada pada level berbahaya.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 693,9 mikrogram per meter kubik sejak pukul 05.00 WIB.
Angka tersebut masih berada pada level berbahaya hingga pukul 11.00 WIB. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 398,7 mikrogram per meter kubik.
Warga Mulai Kesulitan Bernapas
Kabut asap tebal mulai mengganggu aktivitas warga Palembang. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih, sulit bernapas, hingga gangguan tidur.
Ade (40), warga Kecamatan Ilir Timur I, mengatakan asap masuk ke rumah meski seluruh ventilasi sudah tertutup.
Ia bahkan menyalakan AC dan kipas untuk mengurangi dampak asap. Namun, upaya tersebut belum banyak membantu.
“Tengah malam tadi parah sekali. Saya sudah lama tidak asma, tiba-tiba kambuh lagi,” kata Ade, Kamis.
Ade mengaku kembali mengonsumsi obat selama hampir sebulan akibat gangguan tersebut. Ia juga khawatir kondisi udara berdampak pada bayinya yang baru berusia tiga bulan.
Menurut Ade, asap biasanya semakin pekat pada malam hari. Kondisi itu membuat dirinya dan bayi kesulitan tidur.
Ia berharap pemerintah mempercepat penanganan karhutla agar asap tidak terus menyebar ke permukiman.
Mata Perih Saat Berkendara
Keluhan serupa datang dari Alwi (36), pekerja swasta di Palembang. Ia merasakan mata perih ketika berkendara menuju kantor.
Alwi biasanya berangkat sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, kabut asap membuat perjalanan dengan sepeda motor terasa lebih berat.
“Sampai berair mata ini, pekat sekali asapnya. Bahkan, di teras rumah abu sisa kebakaran itu beterbangan,” ujar Alwi.
Ia mengatakan kondisi tersebut tetap berlangsung ketika pulang kerja. Biasanya, asap mulai menipis menjelang siang. Namun, kondisi pada Kamis justru berbeda.
Menurut Alwi, asap tetap tebal sejak pagi hingga sore. Pada malam hari, kondisi kabut asap kembali memburuk.
Karhutla Terjadi di Empat Kabupaten
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih menghadapi karhutla.
Tim saat ini fokus melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar. Karhutla tercatat terjadi di Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Muara Enim.
“Untuk saat ini tim masih berupaya melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar,” kata Ferdian.
Kabut asap dari kebakaran tersebut kemudian memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Palembang. Pemerintah dan tim pemadam masih berupaya mengendalikan titik kebakaran agar asap tidak semakin meluas. (de*)









