Kabut Asap Ganggu Penerbangan Bandara Jambi, Jarak Pandang Turun hingga 800 Meter

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Ismalic Center di Kota Jambi yang diselimuti kabut asap tebal pada Senin (5/10/2026) pagi. Kondisi udara di Jambi masuk kategori berbahaya, sejumlah masyarakat mengaku sesak, iritasi mata hingga mual akibat kabut yang semakin parah.(KOMPAS.COM/ARYO TONDANG)

Kondisi Ismalic Center di Kota Jambi yang diselimuti kabut asap tebal pada Senin (5/10/2026) pagi. Kondisi udara di Jambi masuk kategori berbahaya, sejumlah masyarakat mengaku sesak, iritasi mata hingga mual akibat kabut yang semakin parah.(KOMPAS.COM/ARYO TONDANG)

Jambi, APGtimes.com – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu (7/10/2026). Kondisi tersebut terjadi setelah jarak pandang di sekitar bandara terus menurun sejak pagi.

Penurunan visibility berdampak pada penerbangan kedatangan dan keberangkatan. Sejumlah maskapai harus menunda penerbangan atau mengubah jadwal demi menjaga keselamatan penumpang.

Department Head Branchcom Bandara Sultan Thaha, Bachren, mengatakan jarak pandang turun cukup signifikan dalam beberapa jam.

“Jarak pandang tercatat 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB dan terus menurun hingga mencapai 800 meter pada pukul 12.00 WIB,” kata Bachren di Jambi, Rabu (7/10/2026), dikutip dari Antara.

Penerbangan Pagi Masih Bisa Berangkat

Sebelum kabut asap semakin tebal, beberapa penerbangan masih dapat beroperasi. Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berhasil lepas landas pada pukul 06.05 WIB.

Pesawat tersebut menggunakan armada yang bermalam di Bandara Sultan Thaha atau remain over night (RON). Saat penerbangan berlangsung, jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.

Baca Juga :  Beasiswa Pro Jambi Cerdas 2026 Tarik Minat 1.397 Mahasiswa

Namun, kondisi berubah beberapa jam kemudian. Jarak pandang yang semakin pendek membuat sejumlah penerbangan berikutnya mengalami gangguan.

Penerbangan Kedatangan dari Jakarta Terdampak

Gangguan juga terjadi pada pesawat yang menuju Bandara Sultan Thaha dari Jakarta. Beberapa penerbangan mengalami penundaan dan perubahan jadwal.

Berikut penerbangan kedatangan yang terdampak:

  • Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK) ditunda sambil menunggu jarak pandang membaik.
  • Citilink QG 966 dari Jakarta (CGK) ditunda akibat kondisi asap.
  • Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK) ditunda dan mendapat jadwal baru pukul 13.10 WIB.
  • Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (CGK) mengalami penyesuaian jadwal.

Selain itu, data operasional bandara mencatat penerbangan Garuda Indonesia mengalami perubahan jadwal hingga pukul 19.20 WIB dan 19.45 WIB.

Keberangkatan dari Jambi Juga Terganggu

Kabut asap turut menghambat penerbangan yang berangkat dari Bandara Sultan Thaha menuju Jakarta.

Beberapa penerbangan harus menunggu kondisi membaik sebelum dapat mengudara. Rinciannya sebagai berikut:

  • Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK) ditunda karena kabut asap.
  • Citilink QG 966 tujuan Jakarta (CGK) mengalami penundaan.
  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK) ditunda dan mendapat jadwal baru pukul 13.40 WIB.
  • Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta mengalami perubahan jadwal.
  • Garuda Indonesia GA 129 tujuan Jakarta juga mengalami perubahan jadwal.
Baca Juga :  Mutasi Polri 2026, Kombes Boy Siregar Tinggalkan Jabatan Kapolresta Jambi

Penumpang Diminta Pantau Jadwal

Pengelola Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait. Langkah tersebut bertujuan menjaga pelayanan sekaligus memberikan informasi kepada penumpang yang terdampak.

Bachren mengatakan tim operasional juga terus memantau perubahan jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi cuaca dan kualitas udara dapat berubah dalam waktu singkat.

Karena itu, calon penumpang sebaiknya memeriksa informasi penerbangan terbaru sebelum menuju bandara. Jadwal yang tercantum ketika membeli tiket dapat berubah mengikuti kondisi operasional dan faktor keselamatan penerbangan. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Bandara Jambi, Jarak Pandang Turun hingga 800 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Berita Terbaru