Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja menyelesaikan pengecoran dinding Main Dam pada proyek pembangunan Sabo Dam Batang Jabua di Jorong Labuang, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2026). Pembangunan infrastruktur oleh BWS Sumatera V Padang ini difungsikan sebagai benteng utama pengendali aliran lahar dingin dan sedimen vulkanik Gunung Marapi. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Pekerja menyelesaikan pengecoran dinding Main Dam pada proyek pembangunan Sabo Dam Batang Jabua di Jorong Labuang, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2026). Pembangunan infrastruktur oleh BWS Sumatera V Padang ini difungsikan sebagai benteng utama pengendali aliran lahar dingin dan sedimen vulkanik Gunung Marapi. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Agam, APGtimes.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan Rp 1,59 miliar untuk membangun tanggul penahan tebing di kawasan Pasar Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.

Infrastruktur sepanjang 188 meter ini bertujuan melindungi kawasan perdagangan dari erosi tebing dan ancaman luapan Sungai Batang Lasi.

Pemerintah menggunakan dana Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) melalui APBD Sumatera Barat tahun anggaran 2026 untuk membiayai proyek tersebut.

Hingga akhir Oktober 2026, pengerjaan mencapai 50 persen. Pelaksana proyek menargetkan penyelesaian pada akhir Desember 2026.

Pasar Serikat Lasi menjadi pusat kegiatan ekonomi warga dari tiga nagari, yakni Lasi, Canduang Koto Laweh, dan Bukik Batabuah. Pembangunan tanggul diharapkan menjaga keamanan pasar sekaligus mendukung kelancaran perdagangan masyarakat.

Dua Puluh Pekerja Menangani Pembangunan

Pelaksana Lapangan CV Bekarya Jaya Basamo, Nando, menjelaskan bahwa timnya mengerjakan tanggul sekaligus menormalisasi alur sungai. Sebanyak 20 pekerja menggunakan satu unit ekskavator untuk mempercepat pekerjaan.

Nando menyebut progres proyek telah mencapai 50 persen ketika memberikan keterangan di lokasi pada Selasa (27/10/2026). Tim terus melanjutkan pembangunan struktur penahan tebing di sejumlah bagian sungai.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Aceh hingga Sumbar sampai 2028

Tanggul Beton Menggunakan Struktur Berundak

Pekerja memulai pembangunan dengan menggali dasar sungai dan menyiapkan tanah untuk fondasi. Setelah itu, mereka memperkuat fondasi menggunakan beton agar struktur tanggul mampu menahan tebing.

Fondasi beton memiliki lebar 2,4 meter dan ketebalan 1 meter. Di atasnya, pekerja membangun tingkat pertama setinggi 3 meter dengan lebar 1,4 meter. Sementara itu, tingkat kedua memiliki rancangan tinggi 2 meter.

Pada sisi kiri sungai yang berbatasan langsung dengan pasar, pekerja telah menyelesaikan fondasi dan tingkat pertama. Berikutnya, tim akan mengerjakan tingkat kedua serta memperkuat tebing di sisi kanan sungai.

Normalisasi Sungai untuk Mengurangi Risiko Luapan

Pemerintah juga menata alur Sungai Batang Lasi untuk membantu memperlancar aliran air. Pekerjaan mencakup alur utama selebar 4 meter serta penanganan tambahan masing-masing 1,5 meter pada sisi kiri dan kanan.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Tunggu Keputusan Relaksasi Batas Belanja Pegawai untuk PPPK

Tim mengeruk material sedimen yang menumpuk di dasar sungai. Langkah ini bertujuan mengurangi hambatan aliran, terutama ketika hujan deras meningkatkan debit air.

Melalui pembangunan tanggul dan normalisasi, pemerintah berharap risiko luapan sungai yang mengancam kawasan pasar dapat berkurang.

Galodo Gunung Marapi Merusak Tebing Pasar

Warga sekitar, Armis (62), mengatakan tebing Sungai Batang Lasi telah lama mengalami kerusakan. Turap penahan yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda akhirnya runtuh setelah berulang kali menghadapi derasnya aliran sungai saat galodo Gunung Marapi.

Kerusakan itu mengikis tanah di sekitar pasar dan menimbulkan risiko bagi bangunan kedai yang berada dekat tepi sungai. Tumpukan batu serta lumpur juga menghambat aliran air.

Armis menyambut pembangunan tanggul karena berharap infrastruktur baru tersebut mampu memperkuat tebing dan memperbaiki kondisi sungai.

Ia berharap kawasan Pasar Nagari Lasi menjadi lebih aman sehingga pedagang dan pembeli dapat beraktivitas tanpa terus mengkhawatirkan pengikisan tebing. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan
BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral
Kontingen Tapak Suci Sungai Penuh Sabet Juara Umum Usia Dini dan Pra Remaja
Polda Jambi Pecat Dua Polisi Terkait Dugaan Penipuan Bintara Polri 2026, 9 Laporan Masuk
Nelayan Padang Takut Melaut akibat Kabut Asap, Kompas HP Jadi Penunjuk Arah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan

Berita Terbaru

Ilustrasi Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia.(Anton Zubchevskyi / iStock Editorial via Getty Images)

Ekonomi & Bisnis

Binance Diretas, Aset Kripto Rp100 Triliun Hilang dan Bitcoin Ikut Anjlok

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:09 WIB