Agam, APGtimes.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan Rp 1,59 miliar untuk membangun tanggul penahan tebing di kawasan Pasar Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Infrastruktur sepanjang 188 meter ini bertujuan melindungi kawasan perdagangan dari erosi tebing dan ancaman luapan Sungai Batang Lasi.
Pemerintah menggunakan dana Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) melalui APBD Sumatera Barat tahun anggaran 2026 untuk membiayai proyek tersebut.
Hingga akhir Oktober 2026, pengerjaan mencapai 50 persen. Pelaksana proyek menargetkan penyelesaian pada akhir Desember 2026.
Pasar Serikat Lasi menjadi pusat kegiatan ekonomi warga dari tiga nagari, yakni Lasi, Canduang Koto Laweh, dan Bukik Batabuah. Pembangunan tanggul diharapkan menjaga keamanan pasar sekaligus mendukung kelancaran perdagangan masyarakat.
Dua Puluh Pekerja Menangani Pembangunan
Pelaksana Lapangan CV Bekarya Jaya Basamo, Nando, menjelaskan bahwa timnya mengerjakan tanggul sekaligus menormalisasi alur sungai. Sebanyak 20 pekerja menggunakan satu unit ekskavator untuk mempercepat pekerjaan.
Nando menyebut progres proyek telah mencapai 50 persen ketika memberikan keterangan di lokasi pada Selasa (27/10/2026). Tim terus melanjutkan pembangunan struktur penahan tebing di sejumlah bagian sungai.
Tanggul Beton Menggunakan Struktur Berundak
Pekerja memulai pembangunan dengan menggali dasar sungai dan menyiapkan tanah untuk fondasi. Setelah itu, mereka memperkuat fondasi menggunakan beton agar struktur tanggul mampu menahan tebing.
Fondasi beton memiliki lebar 2,4 meter dan ketebalan 1 meter. Di atasnya, pekerja membangun tingkat pertama setinggi 3 meter dengan lebar 1,4 meter. Sementara itu, tingkat kedua memiliki rancangan tinggi 2 meter.
Pada sisi kiri sungai yang berbatasan langsung dengan pasar, pekerja telah menyelesaikan fondasi dan tingkat pertama. Berikutnya, tim akan mengerjakan tingkat kedua serta memperkuat tebing di sisi kanan sungai.
Normalisasi Sungai untuk Mengurangi Risiko Luapan
Pemerintah juga menata alur Sungai Batang Lasi untuk membantu memperlancar aliran air. Pekerjaan mencakup alur utama selebar 4 meter serta penanganan tambahan masing-masing 1,5 meter pada sisi kiri dan kanan.
Tim mengeruk material sedimen yang menumpuk di dasar sungai. Langkah ini bertujuan mengurangi hambatan aliran, terutama ketika hujan deras meningkatkan debit air.
Melalui pembangunan tanggul dan normalisasi, pemerintah berharap risiko luapan sungai yang mengancam kawasan pasar dapat berkurang.
Galodo Gunung Marapi Merusak Tebing Pasar
Warga sekitar, Armis (62), mengatakan tebing Sungai Batang Lasi telah lama mengalami kerusakan. Turap penahan yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda akhirnya runtuh setelah berulang kali menghadapi derasnya aliran sungai saat galodo Gunung Marapi.
Kerusakan itu mengikis tanah di sekitar pasar dan menimbulkan risiko bagi bangunan kedai yang berada dekat tepi sungai. Tumpukan batu serta lumpur juga menghambat aliran air.
Armis menyambut pembangunan tanggul karena berharap infrastruktur baru tersebut mampu memperkuat tebing dan memperbaiki kondisi sungai.
Ia berharap kawasan Pasar Nagari Lasi menjadi lebih aman sehingga pedagang dan pembeli dapat beraktivitas tanpa terus mengkhawatirkan pengikisan tebing. (de*)









