Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemarau panjang dan El Nino mengeringkan rawa TNWK. Petugas menyediakan bak air untuk satwa liar. Populasi harimau Sumatera diperkirakan mendekati 20 ekor.(DOK. BALAI TNWK)

Kemarau panjang dan El Nino mengeringkan rawa TNWK. Petugas menyediakan bak air untuk satwa liar. Populasi harimau Sumatera diperkirakan mendekati 20 ekor.(DOK. BALAI TNWK)

Lampung Timur, APGtimes.com — Kemarau panjang membuat sejumlah kawasan rawa di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mulai mengering. Kondisi ini mengurangi ketersediaan air alami dan menyulitkan satwa liar memenuhi kebutuhan minumnya.

Untuk mengantisipasi situasi tersebut, petugas TNWK bersama mitra konservasi menyediakan bak penampung air di sejumlah titik aktivitas satwa.

Kamera jebak yang terpasang di salah satu lokasi bahkan merekam seekor induk harimau Sumatera bersama tiga anaknya saat mendatangi tempat minum tersebut.

Kepala Balai TNWK, M.H.D Zaidi, mengatakan rekaman terbaru itu memperlihatkan keluarga harimau yang sebelumnya teridentifikasi melalui kamera jebak pada April 2025. Berdasarkan pengamatan, ketiga anak harimau tersebut diperkirakan berjenis kelamin jantan.

Zaidi menilai kondisi fisik ketiganya masih terlihat baik meskipun kawasan TNWK menghadapi kemarau panjang dan dampak El Nino.

“Kalau dari lihat fisik, kelihatannya itu masih bagus ya, masih oke. Walaupun sekarang kondisi cuaca kemarau panjang dan El Nino, semua rawa kering,” kata Zaidi, Jumat (30/10/2026).

TNWK Siapkan Bak Air untuk Satwa Liar

Penyediaan bak penampung air menjadi salah satu langkah petugas untuk membantu satwa menghadapi berkurangnya sumber air alami. Fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan bagi harimau Sumatera, tetapi juga berbagai satwa lain yang hidup di kawasan konservasi.

Baca Juga :  Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Petugas TNWK bersama mitra rutin mengisi bak-bak tersebut agar satwa tetap memperoleh akses air selama musim kemarau. Mereka juga memasang kamera jebak untuk memantau aktivitas satwa di sekitar lokasi.

“Teman-teman TNWK bersama mitra itu rutin memang menyediakan tempat minum bagi satwa. Nah, ini di sana kami pasang kamera,” ujar Zaidi.

Rekaman induk harimau bersama tiga anaknya menunjukkan bahwa satwa liar masih memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain membantu kebutuhan air, kamera jebak juga memberikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi satwa di habitat alaminya.

Populasi Harimau Sumatera Diperkirakan Mendekati 20 Ekor

Pemantauan kamera jebak turut membantu petugas memperkirakan jumlah harimau Sumatera yang hidup di TNWK. Berdasarkan rekaman dari sejumlah kamera milik mitra konservasi, Zaidi memperkirakan populasi harimau di kawasan tersebut mendekati 20 ekor.

“Sampai saat ini, hasil dari beberapa kamera trap dari mitra-mitra yang ada di TNWK itu kami perkirakan hampir kurang lebih mendekati 20 ekor,” ungkapnya.

Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan hasil pemantauan kamera jebak. Petugas belum menghitung secara langsung seluruh individu harimau yang menghuni kawasan taman nasional.

Baca Juga :  PSEL Lampung Butuh 1.168 Ton Sampah Sehari, 3 Daerah Jadi Pemasok Utama

Karena itu, data tersebut menjadi gambaran awal mengenai keberadaan harimau Sumatera di TNWK. Pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk memperoleh informasi lebih lengkap tentang populasi dan kondisi satwa.

TNWK Juga Menjadi Habitat Macan Dahan dan Kucing Emas

Selain harimau Sumatera, Taman Nasional Way Kambas menyimpan keanekaragaman satwa karnivora lainnya. Kawasan konservasi dengan luas sekitar 125.000 hektare itu juga menjadi habitat macan dahan dan kucing emas.

Zaidi memastikan kedua jenis kucing liar tersebut masih hidup di kawasan TNWK. Keberadaan mereka menambah kekayaan keanekaragaman hayati di taman nasional tersebut.

“Ada. Di TNWK itu selain harimau sumatera juga ada jenis macan dahan, kemudian jenis yang lebih kecil seperti kucing emas. Itu masih ada di TNWK,” katanya.

Kondisi rawa yang mengering menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan air di habitat satwa liar. Melalui penyediaan tempat minum dan pemantauan kamera jebak, petugas TNWK bersama mitra berupaya membantu satwa bertahan menghadapi perubahan kondisi lingkungan. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Berita Terbaru