PSEL Lampung Butuh 1.168 Ton Sampah Sehari, 3 Daerah Jadi Pemasok Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi listrik, Ilustrasi instalasi listrik di rumah.(PIXABAY/MICHAL JARMOLUK)

Ilustrasi listrik, Ilustrasi instalasi listrik di rumah.(PIXABAY/MICHAL JARMOLUK)

Lampung, APGtimes.com – Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan 1.168 ton sampah setiap hari untuk mendukung proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Tiga wilayah akan memasok kebutuhan tersebut, yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan kebutuhan itu setelah rapat program strategis energi terbarukan pada Senin (10/8/2026).

PSEL Lampung Butuh 1.168 Ton Sampah

Marindo mengatakan pemerintah daerah sudah memetakan rantai pasok sampah dari tiga wilayah tersebut. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup akan mengatur pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju lokasi PSEL.

“Target pasokan sampah untuk PSEL mencapai 1.168 ton, ini nanti dipasok dari tiga wilayah itu,” ujar Marindo.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan sistem pengangkutan berjalan secara rutin. Dengan begitu, fasilitas PSEL dapat menerima pasokan sampah setiap hari.

Selain itu, pemerintah akan mengatur pembagian pasokan dari setiap daerah. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku selama fasilitas PSEL beroperasi.

Baca Juga :  Krisis BBM Meluas di Sumatera, BPH Migas Bongkar Dugaan Penyalahgunaan QR Code Subsidi di Jambi

Tiga Daerah Jadi Sumber Sampah

Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur menjadi tiga daerah utama pemasok sampah. Pemerintah akan mengatur distribusi dari masing-masing wilayah menuju lokasi pengolahan.

Dengan sistem distribusi yang teratur, kendaraan pengangkut dapat bekerja sesuai jadwal. Selanjutnya, pengelola PSEL dapat menjaga ketersediaan sampah untuk proses produksi energi listrik.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu memastikan volume sampah dari ketiga wilayah mampu memenuhi target harian. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan operasional PSEL.

Pembangunan PSEL Dikebut

Pemprov Lampung kini mempercepat persiapan pembangunan PSEL. Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan teknis dan administratif selesai pada akhir 2026.

Untuk mempercepat pekerjaan, Pemprov Lampung akan mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD. Anggaran tersebut akan mendukung proses pematangan lahan di lokasi proyek.

Selain pematangan lahan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan akses jalan menuju lokasi PSEL. Jalan tersebut berada di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung.

Jalan 1,7 Kilometer Dibangun

Akses menuju lokasi proyek memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer. Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tersebut mulai pada awal 2027.

Baca Juga :  Tangis Nadiem Makarim Pecah Usai Divonis 10 Tahun Penjara, Langsung Ajukan Banding

Dengan adanya akses yang lebih baik, kendaraan pengangkut sampah dapat mencapai lokasi PSEL dengan lebih mudah. Selain itu, infrastruktur tersebut akan mendukung kelancaran aktivitas proyek.

Marindo menegaskan pemerintah fokus menyelesaikan pematangan lahan dan akses jalan. Kedua pekerjaan itu harus berjalan sesuai jadwal yang pemerintah pusat tetapkan.

PSEL Jadi Solusi Sampah dan Energi

Pemerintah berharap proyek PSEL dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Lampung. Pada saat yang sama, fasilitas tersebut akan mengolah sampah menjadi energi listrik.

Karena membutuhkan 1.168 ton sampah setiap hari, proyek ini memerlukan sistem pasokan yang konsisten. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyiapkan mekanisme pengumpulan dan pengangkutan dari tiga wilayah pemasok.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, pembangunan PSEL dapat memasuki tahap berikutnya setelah pemerintah menyelesaikan aspek teknis, administratif, lahan, dan akses jalan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia
Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi
Natalius Pigai Usul Pendidikan HAM Punya Kurikulum dan Buku Khusus
Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT
Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla
KPK Pastikan Mahasiswa Terkait Kasus Korupsi Unsoed Tetap Bisa Kuliah
Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA
Prabowo Kerahkan TNI-Polri Tangani Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:59 WIB

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Natalius Pigai Usul Pendidikan HAM Punya Kurikulum dan Buku Khusus

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat meninjau salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).(Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB