Lampung, APGtimes.com – Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan 1.168 ton sampah setiap hari untuk mendukung proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Tiga wilayah akan memasok kebutuhan tersebut, yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan kebutuhan itu setelah rapat program strategis energi terbarukan pada Senin (10/8/2026).
PSEL Lampung Butuh 1.168 Ton Sampah
Marindo mengatakan pemerintah daerah sudah memetakan rantai pasok sampah dari tiga wilayah tersebut. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup akan mengatur pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju lokasi PSEL.
“Target pasokan sampah untuk PSEL mencapai 1.168 ton, ini nanti dipasok dari tiga wilayah itu,” ujar Marindo.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan sistem pengangkutan berjalan secara rutin. Dengan begitu, fasilitas PSEL dapat menerima pasokan sampah setiap hari.
Selain itu, pemerintah akan mengatur pembagian pasokan dari setiap daerah. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku selama fasilitas PSEL beroperasi.
Tiga Daerah Jadi Sumber Sampah
Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur menjadi tiga daerah utama pemasok sampah. Pemerintah akan mengatur distribusi dari masing-masing wilayah menuju lokasi pengolahan.
Dengan sistem distribusi yang teratur, kendaraan pengangkut dapat bekerja sesuai jadwal. Selanjutnya, pengelola PSEL dapat menjaga ketersediaan sampah untuk proses produksi energi listrik.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu memastikan volume sampah dari ketiga wilayah mampu memenuhi target harian. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan operasional PSEL.
Pembangunan PSEL Dikebut
Pemprov Lampung kini mempercepat persiapan pembangunan PSEL. Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan teknis dan administratif selesai pada akhir 2026.
Untuk mempercepat pekerjaan, Pemprov Lampung akan mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD. Anggaran tersebut akan mendukung proses pematangan lahan di lokasi proyek.
Selain pematangan lahan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan akses jalan menuju lokasi PSEL. Jalan tersebut berada di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung.
Jalan 1,7 Kilometer Dibangun
Akses menuju lokasi proyek memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer. Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tersebut mulai pada awal 2027.
Dengan adanya akses yang lebih baik, kendaraan pengangkut sampah dapat mencapai lokasi PSEL dengan lebih mudah. Selain itu, infrastruktur tersebut akan mendukung kelancaran aktivitas proyek.
Marindo menegaskan pemerintah fokus menyelesaikan pematangan lahan dan akses jalan. Kedua pekerjaan itu harus berjalan sesuai jadwal yang pemerintah pusat tetapkan.
PSEL Jadi Solusi Sampah dan Energi
Pemerintah berharap proyek PSEL dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Lampung. Pada saat yang sama, fasilitas tersebut akan mengolah sampah menjadi energi listrik.
Karena membutuhkan 1.168 ton sampah setiap hari, proyek ini memerlukan sistem pasokan yang konsisten. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyiapkan mekanisme pengumpulan dan pengangkutan dari tiga wilayah pemasok.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, pembangunan PSEL dapat memasuki tahap berikutnya setelah pemerintah menyelesaikan aspek teknis, administratif, lahan, dan akses jalan. (de*)









