Laba RAJA Melonjak 82 Persen, Investor Incar Obligasi dan Sukuk Rp1,55 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi obligasi. (SHUTTERSTOCK/OK-PRODUCT STUDIO)

Ilustrasi obligasi. (SHUTTERSTOCK/OK-PRODUCT STUDIO)

Jakarta, APGtimes.com — PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 82 persen sepanjang Januari hingga September 2026.

Perusahaan energi terintegrasi tersebut meraih laba bersih 43,8 juta dollar AS, naik dari 24,1 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah peningkatan kinerja keuangan, RAJA juga menawarkan obligasi dan sukuk wakalah. Perseroan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp1,55 triliun melalui penerbitan kedua instrumen tersebut.

Hingga saat ini, minat awal investor terhadap obligasi dan sukuk tersebut mencapai sekitar Rp1,20 triliun.

Pendapatan RAJA Tumbuh 4 Persen

RAJA mencatatkan pendapatan sebesar 203,9 juta dollar AS selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 196 juta dollar AS.

Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari pengakuan pendapatan penuh proyek Sengkang Gas Compressor. Proyek tersebut menyumbang tambahan pendapatan sebesar 8,4 juta dollar AS.

Selain itu, pendapatan dari kegiatan pengangkatan minyak dan gas atau lifting juga meningkat sebesar 2,7 juta dollar AS.

Baca Juga :  IHSG Hijau Terang! Saham RICY Melonjak 34 Persen, Investor Serbu Pasar

Beban Pokok Turun, Laba Kotor Meningkat

Di sisi pengeluaran, RAJA berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 5 persen menjadi 132,7 juta dollar AS. Penurunan volume pembelian gas akibat gangguan jaringan pipa di Sumatera turut memengaruhi kondisi tersebut.

Efisiensi beban pokok ikut mendorong peningkatan laba kotor perusahaan. RAJA mencatatkan laba kotor sebesar 71,2 juta dollar AS, naik 26 persen dibandingkan 56,29 juta dollar AS pada Januari-September 2025.

Investasi HCML Berkontribusi terhadap Laba

Kenaikan laba bersih RAJA juga mendapat dukungan dari pendapatan investasi sejumlah perusahaan. Salah satu kontribusi terbesar berasal dari kepemilikan 20 persen saham di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Investasi tersebut memberikan kontribusi pendapatan sebesar 13,2 juta dollar AS bagi RAJA. Selain itu, perusahaan juga memperoleh peningkatan pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC).

Baca Juga :  Rupiah Melemah Tajam, Menkeu Pastikan RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998

Kenaikan harga minyak dunia turut mendukung peningkatan kontribusi investasi dari PJUC.

RAJA juga membukukan keuntungan sebesar 3,9 juta dollar AS dari transaksi gain on bargain purchase. Keuntungan tersebut berasal dari akuisisi SMS Development Ltd. melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

SMS Development Ltd. memiliki 20 persen saham di HCML. Perusahaan tersebut merupakan operator Wilayah Kerja Madura Strait.

RAJA Tawarkan Obligasi dan Sukuk Rp1,55 Triliun

Di tengah pertumbuhan kinerja, RAJA menawarkan obligasi dan sukuk wakalah dengan target penghimpunan dana Rp1,55 triliun. Indikasi permintaan investor terhadap kedua instrumen itu telah mencapai sekitar Rp1,20 triliun.

Namun, perusahaan juga menghadapi peningkatan beban keuangan. Kondisi tersebut berkaitan dengan pendanaan untuk mengakuisisi HCML.

Dengan demikian, kinerja RAJA sepanjang sembilan bulan pertama 2026 ditopang pertumbuhan pendapatan, penurunan beban pokok, serta kontribusi investasi. Sementara itu, penerbitan obligasi dan sukuk menjadi bagian dari langkah pendanaan perusahaan. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Turunkan Bunga PNM Mekaar Jadi 8 Persen
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.158 per Dollar AS, Investor Menanti Data Ekonomi
Saham SMGR Menguat 5,62 Persen, SIG Kaji Buyback di Tengah Lonjakan Laba
7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup
Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen
Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima
Saham Intel Anjlok 28,58 Persen, Nilai Investasi Pemerintah AS Susut Rp217,8 Triliun
Harga Minyak Dunia Melonjak hingga 15,2 Persen, Konflik Iran dan Serangan di Hormuz Jadi Pemicu
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:09 WIB

Laba RAJA Melonjak 82 Persen, Investor Incar Obligasi dan Sukuk Rp1,55 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 17:09 WIB

Pemerintah Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Turunkan Bunga PNM Mekaar Jadi 8 Persen

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.158 per Dollar AS, Investor Menanti Data Ekonomi

Senin, 2 November 2026 - 12:09 WIB

Saham SMGR Menguat 5,62 Persen, SIG Kaji Buyback di Tengah Lonjakan Laba

Minggu, 1 November 2026 - 12:04 WIB

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Berita Terbaru