Padang Pariaman, APGtimes.com — Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Bencana tersebut merendam 81 rumah warga dan 20 hektare lahan pertanian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hujan mulai mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (6/11/2026) sore. Curah hujan tinggi membuat Sungai Batang Kaumuan, Batang Gasan, dan Batang Paingan meluap.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan dampak banjir tersebut.
“Luapan sungai memicu banjir yang merendam sekitar 81 unit rumah warga, dua fasilitas ibadah, 20 hektare lahan pertanian,” ucap Berton melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026).
Banjir Sempat Ganggu Akses Jalan
Selain merendam permukiman dan lahan pertanian, banjir sempat mengganggu akses jalan Provinsi Padang–Pasaman Barat.
Gangguan lalu lintas tersebut terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.
“Serta sempat mengganggu akses jalan Provinsi Padang–Pasaman Barat di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Padang Pariaman,” jelas Berton.
Meski demikian, BNPB tidak menerima laporan warga mengungsi akibat banjir tersebut.
Genangan Mulai Surut, Warga Bersihkan Lumpur
Berton mengatakan kondisi banjir kini berangsur membaik. Hujan telah reda dan genangan air mulai surut.
Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan juga kembali normal. Sementara itu, warga mulai membersihkan lumpur yang tersisa di lingkungan mereka.
Meski kondisi berangsur pulih, warga masih membutuhkan sejumlah bantuan mendesak.
“Meskipun tidak ada warga yang mengungsi, kebutuhan mendesak seperti terpal, selimut, kasur, kit kebersihan, kit keluarga, dan sembako sangat dibutuhkan,” katanya.
“Kondisi mutakhir menunjukkan hujan telah reda, banjir surut, arus lalu lintas kembali normal, dan masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur,” ungkapnya. (ys*)








