BGN Setop MBG Saat Libur Sekolah, Dapur Gizi Akan Diberi Peringkat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Menu MBG untuk Siswa Sekolah pada Bulan Ramadan (Foto: Katadata/Fauza Syahputra)

Potret Menu MBG untuk Siswa Sekolah pada Bulan Ramadan (Foto: Katadata/Fauza Syahputra)

Jakarta, APGtimes.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan BGN memanfaatkan masa jeda tersebut untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program.

Menurutnya, masa libur sekolah memberikan waktu yang cukup untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Tim Evaluasi Periksa Seluruh SPPG

Tim BGN kini memeriksa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

Mereka mengecek kondisi dapur, fasilitas pendukung, standar kebersihan, proses memasak, dan kualitas pangan.

Tim juga menilai kemampuan setiap dapur dalam melayani penerima manfaat sesuai standar yang ditetapkan.

Baca Juga :  PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka, Kemensos Siapkan 3.053 Formasi

Langkah ini bertujuan meningkatkan mutu makanan yang nantinya diterima siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya.

BGN Terapkan Sistem Grading

Selain melakukan pemeriksaan, BGN akan menerapkan sistem grading untuk seluruh SPPG.

Tim penilai akan mengelompokkan dapur ke dalam kategori A, B, dan C berdasarkan hasil evaluasi.

SPPG yang menunjukkan kinerja terbaik akan masuk kategori A.

Sebaliknya, dapur yang belum memenuhi standar akan masuk kategori B atau C dan harus melakukan perbaikan.

Besaran Insentif Akan Berubah

BGN juga menyiapkan skema baru untuk pemberian insentif.

Lembaga tersebut akan menghitung insentif berdasarkan kualitas layanan dan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan APBN Jadi Alat Lindungi Rakyat dan Perkuat Ekonomi

Skema baru ini menggantikan sistem lama yang memberikan insentif dengan nominal sama kepada seluruh dapur.

Melalui kebijakan tersebut, BGN ingin mendorong pengelola dapur meningkatkan kualitas pelayanan.

Fokus Perbaiki Dapur yang Sudah Berjalan

BGN tidak akan menambah SPPG baru dalam waktu dekat.

Sebagai gantinya, lembaga itu akan memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas dapur yang sudah beroperasi.

BGN menargetkan seluruh proses evaluasi selesai sebelum kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.

Dengan strategi tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, lebih aman, dan lebih tepat sasaran. (mda*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:09 WIB

CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB