Istana Buka Suara Usai Kejagung Geledah Kantor BGN

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensesneg Prasetyo Hadi saat mengumumkan Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot di Istana, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Mensesneg Prasetyo Hadi saat mengumumkan Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot di Istana, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara terkait penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi sehari setelah Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan lembaga tersebut.

Prasetyo meminta publik memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugas dan kewenangannya dalam proses yang sedang berlangsung.

“Kalau pertanyaannya tentang informasi yang beredar dari pagi hingga siang hari ini, tentunya yang pertama-tama ya marilah kita beri kesempatan kepada aparat penegak hukum di dalam menjalankan tugasnya, dan kemudian nanti kita bersama-sama kita lihat dan kita tunggu hasilnya,” kata Prasetyo, Rabu (3/6/2026).

Istana Hormati Proses Hukum yang Berjalan

Prasetyo menegaskan pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang saat ini dijalankan Kejaksaan Agung.

Menurutnya, langkah yang dilakukan aparat penegak hukum merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan manajemen lembaga pemerintah.

Karena itu, pemerintah mendukung setiap proses yang bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kementerian maupun lembaga negara.

Baca Juga :  Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah

Prasetyo juga mengajak seluruh penyelenggara pemerintahan untuk menjauhi tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Penggeledahan Terjadi Sehari Setelah Pergantian Pimpinan

Penggeledahan Kantor BGN menjadi sorotan publik karena berlangsung hanya beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan pergantian pimpinan lembaga tersebut.

Pada Selasa (2/6/2026) malam, Istana mengumumkan pergantian Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakil kepala, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Kemudian pada Rabu (3/6/2026), tim Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor BGN yang berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kondisi tersebut memicu perhatian publik karena terjadi di tengah berbagai isu yang mengemuka terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejagung Mulai Penggeledahan Sejak Dini Hari

Petugas keamanan di lokasi mengungkapkan bahwa tim Kejaksaan Agung telah berada di kantor BGN sejak dini hari.

Baca Juga :  Terungkap! Polri Resmi Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi dan TPPU, Ini Fakta-faktanya

Menurut keterangan petugas, penyidik mulai menjalankan proses penggeledahan sekitar pukul 02.00 WIB.

” Ada Kejagung di atas, sudah dari jam 2 pagi,” ujar salah seorang petugas keamanan.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, pihak keamanan membatasi akses masuk ke dalam gedung.

Akibatnya, sejumlah karyawan menunggu di area luar kantor, depan lobi, maupun di dalam lobi sambil menanti arahan dari pihak internal.

Kejaksaan Agung Benarkan Penggeledahan BGN

Kejaksaan Agung membenarkan aktivitas penggeledahan yang berlangsung di kantor Badan Gizi Nasional.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, M Jeffry, mengatakan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menjalankan penggeledahan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” kata Jeffry.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum menjelaskan secara rinci materi pemeriksaan maupun temuan yang diperoleh selama penggeledahan berlangsung. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:09 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB