Padang, APGtimes.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menuntaskan program penutupan 35 perlintasan liar yang menjadi target nasional di wilayah operasionalnya. Program tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan.
Pada Selasa (30/6/2026), KAI menutup dua perlintasan liar terakhir di KM 53+9/0 petak jalan Stasiun Pauh Kambar–Kurai Taji dan KM 1+1/2 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Pauh Lima.
Dengan langkah itu, KAI berhasil menyelesaikan seluruh target penutupan perlintasan liar di Sumatera Barat.
KAI Perkuat Keselamatan
KAI menjalankan program ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018.
Perlintasan liar tidak memiliki izin resmi.
Selain itu, lokasi tersebut juga tidak menyediakan palang pintu, rambu keselamatan, maupun petugas penjaga.
Akibatnya, pengguna jalan menghadapi risiko kecelakaan yang lebih tinggi saat melintasi jalur kereta api.
Karena itu, KAI terus mengurangi jumlah perlintasan liar di berbagai daerah.
Kolaborasi Percepat Penutupan
KAI menggandeng Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Bappeda, serta aparat keamanan untuk mempercepat penutupan perlintasan liar.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan seluruh pihak berhasil menyelesaikan target sesuai jadwal.
Menurutnya, kerja sama tersebut memperkuat upaya meningkatkan keselamatan transportasi kereta api.
Sepanjang 2026, KAI menutup 28 perlintasan liar.
Sementara itu, KAI lebih dulu menutup tujuh titik lainnya pada tahun sebelumnya.
KAI Ajak Warga Dukung Keselamatan
KAI mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan liar yang telah ditutup.
Selain itu, KAI juga meminta masyarakat menghindari aktivitas di sekitar jalur rel kereta api.
Selanjutnya, pengguna jalan harus mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang.
Dengan demikian, masyarakat dapat membantu menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman, nyaman, dan andal di Sumatera Barat. (aw*)









