Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Teheran, APGtimes.com — Federasi Sepak Bola Iran menuding Amerika Serikat mencabut alokasi tiket resmi untuk pendukung tim nasional Iran menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Keputusan itu memicu kontroversi karena dinilai menghambat kehadiran suporter Iran di turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Federasi Sepak Bola Iran menyampaikan protes pada Selasa (9/6/2026). Mereka menilai keputusan tersebut melanggar aturan FIFA yang menjamin hak setiap negara peserta untuk mendistribusikan tiket kepada para pendukungnya.

Menurut federasi, FIFA mewajibkan panitia menyediakan sekitar 8 persen tiket pertandingan untuk setiap negara peserta. Federasi kemudian menyalurkan tiket tersebut kepada para suporter melalui jalur resmi.

Namun, Iran mengaku kehilangan kuota tiket yang sebelumnya sudah mereka terima untuk tiga pertandingan fase grup.

Suporter Iran Sudah Siapkan Perjalanan

Federasi Sepak Bola Iran mengaku telah membuka penjualan tiket setelah menerima kuota resmi dari penyelenggara.

Selain itu, banyak suporter sudah memesan tiket pesawat, hotel, dan kebutuhan perjalanan lainnya untuk menyaksikan langsung pertandingan Timnas Iran di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Damai, Ketegangan Timur Tengah Memanas Lagi

Namun, situasi berubah ketika pihak penyelenggara menarik kembali kuota tiket tersebut.

Akibatnya, federasi tidak bisa lagi menyalurkan tiket kepada para pendukung yang ingin hadir di stadion.

Iran menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan bagi seluruh negara peserta.

Iran Desak FIFA Ambil Sikap

Federasi Sepak Bola Iran mendesak FIFA dan panitia penyelenggara Piala Dunia 2026 menjaga netralitas serta menjalankan aturan yang berlaku secara adil.

Selain itu, Iran meminta FIFA memastikan seluruh negara peserta memperoleh hak yang sama selama turnamen berlangsung.

Sampai saat ini, FIFA dan panitia penyelenggara di Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

Karena itu, federasi berharap FIFA segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum turnamen dimulai.

Ketegangan Meningkat Jelang Piala Dunia

Persoalan tiket menambah daftar masalah yang dihadapi Iran menjelang Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, Iran juga mengeluhkan hambatan administrasi yang menghalangi sejumlah staf pendukung tim memasuki Amerika Serikat.

Baca Juga :  Kantor Federasi Sepak Bola Korea Digerebek Polisi, Kasus Hong Myung-bo Kembali Memanas

Menurut laporan yang beredar, sekitar 15 anggota staf administrasi dan manajemen belum memperoleh visa untuk masuk ke negara tuan rumah.

Situasi itu mendorong Federasi Sepak Bola Iran mengubah rencana pemusatan latihan.

Awalnya, Iran memilih Tucson, Arizona, sebagai lokasi persiapan. Namun kemudian federasi memindahkan markas latihan ke Kota Tijuana, Meksiko, yang berada dekat perbatasan Amerika Serikat.

Jadwal Iran di Piala Dunia 2026

Iran akan membuka perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles.

Setelah itu, Iran akan menantang Belgia pada 21 Juni di kota yang sama.

Selanjutnya, Iran akan menghadapi Mesir pada laga terakhir fase grup yang berlangsung di Seattle pada 26 Juni.

Kini perhatian publik tertuju pada respons FIFA terhadap keluhan Iran. Banyak pengamat berharap badan sepak bola dunia itu mampu menjaga keadilan dan memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh peserta Piala Dunia 2026. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Samsung memajang Galaxy A08 di situs resminya di Serbia serta Bosnia dan Herzegovina. (Samsung)

Tekno & Sains

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:09 WIB