Jakarta, APGtimes.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menghentikan tren pelemahan dengan mencatatkan kenaikan pada perdagangan sesi pertama, Kamis (5/11/2026). Penguatan indeks mencapai 1,96 persen atau bertambah 96,408 poin ke posisi 5.016,175.
Kenaikan IHSG mendapat dorongan dari sejumlah saham unggulan dan emiten pertambangan emas. Saham-saham sektor emas bergerak positif seiring kenaikan harga logam mulia di pasar global.
Saham Tambang Emas dan Blue Chip Menguat
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatatkan kenaikan sebesar 10,3 persen. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 5,8 persen.
Penguatan juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau blue chip. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melonjak 5,6 persen. Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,9 persen.
Pergerakan positif tersebut ikut menopang pemulihan indeks setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Mayoritas Sektor Berada di Zona Hijau
Hampir seluruh sektor perdagangan saham mencatatkan kenaikan pada sesi pertama. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 4,18 persen.
Berikutnya, sektor konsumen nonprimer menguat 1,94 persen. Sektor perindustrian naik 1,50 persen, sedangkan transportasi bertambah 1,07 persen.
Sektor keuangan juga mencatatkan kenaikan 0,98 persen. Sementara itu, sektor properti menguat 0,90 persen dan teknologi tumbuh 0,59 persen.
Penguatan lebih terbatas terjadi pada sektor energi sebesar 0,06 persen dan kesehatan sebesar 0,03 persen.
Sebaliknya, dua sektor masih bergerak di zona merah. Sektor infrastruktur terkoreksi 0,25 persen, sedangkan barang konsumen siklikal melemah 0,15 persen.
Transaksi Saham Tembus Rp 6 Triliun
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG membuka perdagangan pada level 4.998,341. Indeks kemudian bergerak naik hingga menyentuh posisi tertinggi 5.072,053 dan sempat turun ke level terendah 4.995,455.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Sebanyak 431 saham mencatatkan kenaikan, sedangkan 189 saham melemah dan 94 saham lainnya tidak berubah.
Volume perdagangan mencapai 14,890 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 6,024 triliun dengan frekuensi 827.816 kali perdagangan.
Pada akhir sesi pertama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 8.781,004 triliun. Penguatan IHSG ini sekaligus mengakhiri rentetan pelemahan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. (de*)









