Rupiah dan IHSG Kompak Anjlok di Awal Perdagangan, Bursa Merah di Seluruh Sektor

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama melemah pada awal perdagangan Selasa (30/6/2026). Pelaku pasar mendorong rupiah turun ke level Rp17.872 per dollar AS, sementara IHSG terkoreksi lebih dari 2 persen.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah turun 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada saat yang sama, pelaku pasar melepas saham sehingga IHSG merosot 152,765 poin atau 2,62 persen ke posisi 5.668,025 hingga pukul 09.27 WIB.

Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Melemah

Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat.

Baca Juga :  PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran

Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam setelah turun 0,49 persen.

Peso Filipina kehilangan 0,18 persen nilainya, sedangkan yen Jepang turun 0,14 persen.

Dollar Taiwan terkoreksi 0,13 persen, kemudian dollar Singapura melemah 0,05 persen.

Selain itu, dollar Hong Kong turun 0,04 persen dan baht Thailand terkoreksi tipis 0,009 persen.

Sebaliknya, ringgit Malaysia menguat 0,37 persen dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan.

Yuan China juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03 persen terhadap dollar AS.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 25 Agustus 2026 Naik Rp18.000, Tembus Rp2,768 Juta

IHSG Turun Tajam

IHSG memulai perdagangan di level 5.801,454 lalu sempat naik ke posisi 5.811,669.

Namun, aksi jual langsung menekan indeks hingga menyentuh level 5.656,724 pada sesi pagi.

Investor memperdagangkan 4,937 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp3,710 triliun melalui 343.322 transaksi.

Saham Merah Mendominasi Bursa

Sebanyak 520 saham turun pada awal perdagangan.

Sebaliknya, hanya 84 saham mencatat kenaikan harga.

Sementara itu, 97 saham bergerak tanpa perubahan hingga sesi pagi berlangsung. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Berita Terbaru