Indonesia-Australia Perkuat Pertahanan, Bahas Keamanan Indo-Pasifik hingga Latihan Militer

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bertemu dengan Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong dalam pertemuan 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting Indonesia-Australia di Melbourne, Rabu (26/8/2026).(DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bertemu dengan Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong dalam pertemuan 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting Indonesia-Australia di Melbourne, Rabu (26/8/2026).(DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Jakarta, APGtimes.com – Indonesia dan Australia sepakat memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pertemuan 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting Indonesia-Australia di Melbourne, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles serta Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.

Forum itu berlangsung di Commonwealth Parliamentary Office. Kedua negara membahas berbagai isu politik luar negeri, pertahanan, keamanan maritim, hingga stabilitas kawasan.

Menlu Sugiono mengatakan Indonesia menjalankan kerja sama tersebut dengan prinsip bertetangga yang baik.

“Indonesia memandang pertemuan ini dalam semangat bertetangga yang baik, berdasarkan saling menghormati, saling memberikan manfaat, serta tetap berpegang pada politik luar negeri bebas dan aktif,” ujar Sugiono.

Tindak Lanjut Traktat Keamanan Indonesia-Australia

Pertemuan 2+2 kali ini menjadi yang pertama setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Treaty on Common Security di Jakarta pada Februari 2026.

Menhan Sjafrie menilai kesepakatan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan antara Indonesia dan Australia.

Baca Juga :  Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Kedua negara kemudian membahas langkah konkret untuk menjalankan Treaty on Common Security. Indonesia dan Australia sepakat meningkatkan konsultasi strategis serta komunikasi antarkedua negara.

Indonesia juga menegaskan bahwa kerja sama keamanan tetap harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.

Prinsip nonintervensi serta politik luar negeri bebas dan aktif juga tetap menjadi dasar Indonesia dalam menjalankan kerja sama tersebut.

Perkuat Latihan Militer dan Industri Pertahanan

Di bidang pertahanan, Sjafrie menyampaikan perkembangan ratifikasi Defence Cooperation Agreement (DCA) yang kedua negara tandatangani di Magelang pada 2024.

Indonesia dan Australia juga membahas penyelesaian Implementing Arrangement. Selain itu, kedua negara ingin memperkuat latihan militer, pendidikan, pertukaran personel, serta kerja sama industri pertahanan.

Pengembangan infrastruktur pendukung di Morotai juga masuk dalam pembahasan.

Salah satu agenda penting ialah Latihan Keris Woomera yang rencananya berlangsung pada Oktober 2026.

“Latihan Keris Woomera yang akan digelar pada Oktober 2026 menjadi salah satu agenda utama untuk semakin meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata,” kata Sjafrie.

Baca Juga :  Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata

Fokus pada Keamanan Maritim

Indonesia dan Australia turut membahas Maritime Domain Awareness atau kesadaran situasional di wilayah maritim.

Kedua negara akan memperkuat kerja sama melalui patroli terkoordinasi dan latihan bersama.

Namun, Indonesia menegaskan setiap kerja sama keamanan maritim harus tetap menghormati kedaulatan dan yurisdiksi masing-masing negara.

Kerja sama bilateral juga mencakup Comprehensive Strategic Partnership. Kemitraan tersebut meliputi pertahanan dan keamanan, ketahanan ekonomi, pangan, energi, teknologi, lingkungan, serta pencegahan konflik.

Kedua negara mengarahkan kerja sama itu untuk membantu kawasan menghadapi perubahan geopolitik dan berbagai tantangan keamanan.

Indonesia dan Australia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak bertujuan membentuk aliansi atau blok baru.

Sjafrie mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan langkah konkret.

Indonesia dan Australia akan menggunakan mekanisme bilateral untuk melanjutkan konsultasi, menyelesaikan instrumen kerja sama pertahanan, menjalankan latihan bersama, serta memperkuat keamanan maritim.

“Indonesia dan Australia adalah tetangga karena geografi dan mitra karena komitmen bersama untuk memajukan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan,” ujar Sjafrie. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT
Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen
Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu
MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026
Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya
Sahroni Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Tapi Ada Catatannya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WIB

Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru