Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 43 desa di 10 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat sejak tiga hari terakhir. (Foto: Dok. BPBA )

Sebanyak 43 desa di 10 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat sejak tiga hari terakhir. (Foto: Dok. BPBA )

Meulaboh, APGtimes.com — Banjir merendam 43 gampong yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Hujan deras selama tiga hari terakhir memicu luapan sejumlah sungai hingga menggenangi permukiman dan jalan warga.

Air mulai masuk ke rumah penduduk pada Sabtu (31/10/2026) malam. Hingga Senin (2/11/2026), sejumlah wilayah masih menghadapi genangan karena hujan belum menunjukkan tanda-tanda reda.

Banjir Meluas ke 10 Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat banjir melanda Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan.

Di Kecamatan Pante Ceureumen, air menggenangi delapan gampong, yaitu Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, Sikundo, dan Seumantok. Sementara itu, Kecamatan Sungai Mas mencatat empat gampong terdampak, yakni Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong.

Banjir juga meluas ke enam gampong di Kecamatan Woyla Barat. Wilayah tersebut mencakup Napai, Cot Rubek, Cot Rambong, Cot Maleh, Blang Cot Mameh, dan Blang Luah.

Baca Juga :  Kepala BKN Ungkap Banyak Barang Hilang di Kantor Pemerintah, ASN Diberi Peringatan

Selanjutnya, sembilan gampong di Kecamatan Woyla ikut terendam. Lokasinya meliputi Cot Keumude, Pasi Birah, Aron Tunong, Ie Itam Tunong, Ie Itam Baroh, Ranto Pantang, Blang Mee, Drien Mangko, dan Pasi Ara Kb.

Di Kecamatan Woyla Timur, banjir menggenangi Pasie Ara dan Leubok Pantang. Adapun di Kecamatan Arongan Lambalek, air merendam Gampong Peuribu dan Teupin Peuraho.

Genangan juga melanda Meugo Cut, Ujong Raja, dan Meutulang di Kecamatan Panton Reu. Di Kecamatan Kaway XVI, banjir menjangkau Simpang Peunia, Pasie Jeumpa, Muko, Palimbungan, Tanjong Bungong, Padang Mandang, serta Meunasah Rambut.

Dua kecamatan lainnya turut terdampak. Banjir menggenangi Gampong Pasi Mesjid di Kecamatan Meureubo dan Gampong Pasi Leuhan di Kecamatan Johan Pahlawan.

Dua Jembatan Gantung Rusak Berat

Selain merendam rumah dan jalan, banjir merusak sejumlah infrastruktur. Terjangan air mengikis lantai dan bagian badan rumah milik Muhammad Safril di Gampong Geudong.

Akses jalan menuju Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, juga terputus. Kondisi lebih parah terjadi pada dua jembatan gantung di Gampong Kajeung dan Tungkop yang mengalami kerusakan berat.

Baca Juga :  Febrie Adriansyah Bantah Miliki Emas 74 Kg, Singgung Informasi yang Diterima Presiden

Sementara itu, endapan lumpur menutup akses jalan penghubung Geudong-Kajeung. Kerusakan tersebut menghambat mobilitas warga di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti mengatakan pihaknya masih mendata jumlah warga terdampak dan pengungsi. Hingga Senin (2/11/2026), pendataan tersebut belum selesai.

Debit Sungai Masih Meningkat

BPBD Aceh Barat telah menyiagakan personel di posko penanganan bencana. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus memantau kondisi di lapangan.

Bahron menyebut beberapa gampong di Kecamatan Pante Ceureumen dan Sungai Mas masih terendam. Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur sejumlah wilayah.

Di Gampong Sikundo, debit sungai terus meningkat. Kondisi serupa mulai terlihat di Gampong Napai dan sekitarnya, Kecamatan Woyla Barat.

Petugas juga memantau kenaikan debit air sungai di sekitar Jembatan Peuribu. Karena itu, pemerintah daerah meminta warga tetap waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putusan Kasasi Ijazah Gibran Jadi Sorotan, MA Belum Terima Salinan Resmi
Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:09 WIB

Putusan Kasasi Ijazah Gibran Jadi Sorotan, MA Belum Terima Salinan Resmi

Senin, 2 November 2026 - 10:09 WIB

Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Berita Terbaru

Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.(Dok. SMGR)

Ekonomi & Bisnis

Saham SMGR Menguat 5,62 Persen, SIG Kaji Buyback di Tengah Lonjakan Laba

Senin, 2 Nov 2026 - 12:09 WIB

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB