Australia Belajar Toleransi dari Indonesia, Pejabat Negeri Kanguru Kunjungi Masjid Istiqlal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite (kanan), Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC) Imam Shadi Alsuleiman (tengah), dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kiri) saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026). (ANTARA/KUNTUM KHAIRA RISWAN)

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite (kanan), Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC) Imam Shadi Alsuleiman (tengah), dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kiri) saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026). (ANTARA/KUNTUM KHAIRA RISWAN)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah Australia terus memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui kerja sama di bidang toleransi dan dialog lintas agama. Upaya tersebut terlihat dari kunjungan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite, ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam kunjungan itu, Matt Thistlethwaite mengajak Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC), Imam Shadi Alsuleiman. Delegasi Australia ingin mempelajari cara Indonesia membangun kerukunan antarumat beragama sekaligus memahami metode pengajaran Islam yang berkembang di Masjid Istiqlal.

Menurut Matt, Indonesia menunjukkan praktik toleransi yang dapat menjadi contoh bagi banyak negara, termasuk Australia.

Australia Pelajari Pengajaran Islam di Masjid Istiqlal

Matt menjelaskan kunjungannya bertujuan membangun hubungan yang lebih erat dengan Indonesia.

Ia juga ingin memperluas kerja sama antara para pemimpin agama di kedua negara.

Karena itu, delegasi Australia berdialog langsung dengan imam dan pengelola Masjid Istiqlal mengenai cara menyampaikan ajaran Islam yang mengedepankan penghormatan, persahabatan, dan kehidupan yang damai.

Baca Juga :  UEA Percepat Pipa Minyak West-East untuk Hindari Blokade Selat Hormuz

Menurut Matt, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bagi masyarakat Australia.

Terowongan Silaturahmi Jadi Simbol Toleransi

Dalam kesempatan tersebut, Matt memuji keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

Ia menilai fasilitas tersebut menjadi simbol nyata kehidupan masyarakat Indonesia yang mampu menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman.

Menurutnya, Indonesia berhasil memperlihatkan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi terciptanya persahabatan dan kerja sama.

Karena itu, Australia ingin mempelajari pendekatan yang diterapkan Indonesia dalam membangun dialog lintas agama.

Australia Perkuat Dialog Antarumat Beragama

Matt mengatakan pemerintah Australia juga terus meningkatkan berbagai program untuk memperkuat toleransi beragama.

Pemerintah Australia bahkan telah menunjuk seorang duta besar sekaligus utusan khusus yang menangani urusan Islam.

Baca Juga :  Israel Kembali Serang Lebanon Hanya Beberapa Jam Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

Utusan tersebut melakukan berbagai kajian guna mencari pendekatan terbaik dalam memperkuat rasa saling menghormati di tengah masyarakat yang beragam.

Selain itu, pemerintah Australia juga mendorong komunikasi yang lebih intensif antara pemimpin politik kedua negara agar kerja sama di bidang dialog antaragama terus berkembang.

Hubungan Indonesia dan Australia Terus Diperkuat

Matt berharap kunjungan tersebut semakin mempererat hubungan Indonesia dan Australia, tidak hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga di kalangan tokoh agama dan masyarakat.

Ia menilai kerja sama lintas agama dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus menciptakan suasana yang lebih harmonis di kawasan.

Melalui pertukaran pengalaman tersebut, Australia berharap dapat mengembangkan praktik dialog antaragama yang lebih inklusif dengan mengambil inspirasi dari pengalaman Indonesia dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Samsung memajang Galaxy A08 di situs resminya di Serbia serta Bosnia dan Herzegovina. (Samsung)

Tekno & Sains

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:09 WIB