Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan bertemu dengan Meta setelah menemukan lonjakan komentar spam promosi judi online di Instagram dan Facebook.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan pertemuan itu bertujuan memperkuat pengawasan konten judi online.
Komdigi juga mengajak seluruh platform digital meningkatkan sistem moderasi agar promosi judi online tidak terus menyebar.
Spam Judol Naik 128 Persen
Komdigi mencatat lonjakan komentar spam judi online mencapai 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada Januari hingga Juni 2026.
Tim Komdigi menemukan jaringan pelaku memakai bot untuk memantau media sosial secara real time.
Saat sebuah unggahan menjadi viral, bot langsung mengirim komentar promosi beserta tautan menuju situs judi online.
Pelaku memakai akun palsu di Instagram, Facebook, dan TikTok.
Mereka juga mengganti kata kunci serta tagar supaya sistem moderasi platform tidak mudah mendeteksi aktivitas tersebut.
Komdigi Ungkap Pola Operasi Pelaku
Alexander mengatakan jaringan pelaku menjalankan promosi melalui sistem afiliasi yang mengarahkan pengguna ke berbagai situs judi online.
Selain itu, pelaku memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga.
Karena itu, Komdigi memperkuat koordinasi dengan Meta dan platform digital lainnya.
Penindakan Terus Berjalan
Komdigi menggandeng Polri, PPATK, dan OJK untuk memutus aliran dana jaringan judi online.
Petugas memblokir rekening bank, QRIS, dan dompet digital yang digunakan pelaku.
Selama 1 hingga 28 Juni 2026, Komdigi menangani 126.180 konten judi online.
Situs web menyumbang temuan terbanyak.
YouTube mencatat 4.579 konten, Meta 4.549 konten, sedangkan X mencatat 622 konten.
Komdigi Ajak Masyarakat Waspada
Komdigi mengimbau masyarakat agar tidak mengklik, membalas, ataupun menyebarkan komentar spam judi online.
Alexander menilai pelaku terus mencari cara baru untuk menjaring korban setelah pemerintah memblokir ribuan situs judi online.
Oleh karena itu, masyarakat perlu segera melaporkan akun maupun komentar mencurigakan agar penyebaran promosi judi online dapat ditekan. (ys*)









